Breaking News:

Ketua Posbakum Sebut Kasus Valencya Bikin Sejarah

Kepekaan JPU, kata dia, seharusnya sudah ada sejak dilimpahkannya perkara Valencya dari Polda Jabar ke Kejari Karawang.

Tribun Jabar / Cikwan Suwandi
Hujan deras di sekitar Pengadilan Negeri Kelas II A Karawang saat Valencya, ibu di Karawang membacakan pembelaan setelah dituntut 1 tahun pidana oleh jaksa Kejari Karawang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Praktisi hukum yang juga ketua Pusat Bantuan Hukum (Posbakum) Ikadin Bale Bandung, Rizky Rizgantara, angkat bicara terkait perkara Valencya, istri di Karawang yang memarahi suami mabuk

Valencya sempat dituntut satu tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Belakangan jaksa akhirnya merevisi tuntatan, Valencya diminta dibebaskan. 

Dikatakan Rizky, sejak awal ada kesalahan dalam penanganan kasus ini hingga Kejaksaan Agung mencetak sejarah baru dengan membuat menuntut ulang di persidangan. 

"Kalau saja kepekaan lahir sejak saat itu kan tidak terjadi hal seperti ini (pencabutan tuntutan)," ujar Rizky saat dihubungi, Jumat (26/11/2021). 

Kepekaan JPU, kata dia, seharusnya sudah ada sejak dilimpahkannya perkara itu dari Polda Jabar ke Kejari Karawang. Saat persidangan pun, kata Rizky, jaksa seharusnya bisa melihat lebih utuh perkara ini. 

Baca juga: JPU Cabut Tuntutan, Valencya Menangis, Ini Kata Pengamat Hukum Pidana Unpar

"Dalam pra penuntutan itu, jaksa dibekali kewenangan oleh undang-undang untuk menilai berkas perkara yang diserahkan dan diberikan penyidik itu, memenuhi unsur atau tidak. Apakah layak disidangkan atau tidak," katanya. 

Apalagi, kata dia, pasal kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang didakwakan kepada Valencya masuk ke dalam ranah privasi. 

"Undang-undang KDRT sebetulnya ranah privat. Ideal-nya langkah restoratif justice dimaksimalkan mengingat jenis deliknya pun merupakan delik aduan," ucapnya. 

Terkait tuntutan ulang, Rizky mengapresiasi langkah JPU Kejagung yang memberikan tuntutan ulang bebas kepada Valencya. 

Baca juga: Kabar Valencya Kini, Menangis saat Jaksa Agung Batalkan Tuntutan, Tak Terbukti Bersalah

"Pada prinsipnya kami mengapresiasi bahwa itu langkah tepat yang diambil oleh Kejagung yang menangkal sinyal nilai keadilan masyarakat, kearifan lokal dan mengedepankan hati nurani," katanya. 

Belajar dari kasus Valencya, kata dia, Posbakum terbuka kepada masyarakat untuk membantu memberikan pendampingan hukum. 

"Tentu kami sangat siap terlebih jika disinyalir ada hak hukum pencari keadilan yang dilanggar. Itu merupakan kewajiban bagi kami selaku advokat terlebih Posbakum sebagai pemberi jasa bantuan hukum," ucapnya. 

"Kami juga telah berkomitmen dan akan tetap teguh mempertahankan agar kiranya kami dapat menjadi suluh untuk menerangi kegelapan penegakan hukum di negeri ini," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved