Breaking News:

100 Kios Pasar Desa Ambruk Diterjang Angin, Dua Dinas Pemda KBB Angkat Tangan, Tak Bisa Bantu

DPMD Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak bisa membantu perbaikan 100 kios Pasar Desa Gununghalu yang ambruk diterjang angin kencang.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Kondisi 100 kios di pasar Desa Gununghalu yang ambruk diterjang angin kencanng. (Dok. Desa Gununghalu) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak bisa membantu perbaikan 100 kios Pasar Desa Gununghalu yang ambruk diterjang angin kencang beberapa waktu lalu.

Kios berukuran 2,5 x 2 meter yang kebanyakan ditempati oleh pedagang pakaian, kain, dan aksesori kebutuhan rumah tangga lainnya itu porak-poranda pada 18 November.

Akibatnya, pedagang tak lagi bisa berjualan di sana.

Kepala Bidang Penataan Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa di DPMD KBB, Rambey Solihin, mengatakan, pihak desa bisa saja mengajukan bantuan keuangan tetapi untuk saat ini pengajuan itu sudah ditutup sehingga pihaknya belum bisa mengeluarkan anggaran.

"Masalahnya permohonan bantuan keuangan ini, dari aspek aplikasi sudah ditutup. Kalau dari bulan Juni atau Juli, mungkin masih bisa," ujar Rambey di kantornya, Jumat (26/11/2021).

Atas hal tersebut, pihaknya menyarankan agar pihak Desa Gununghalu menggunakan dana desa atau dana bantuan keuangan dan pendapatan asli desa saja untuk memperbaiki 100 kios pasar yang ambruk tersebut.

"Jadi, bisa diperbaiki melalui anggaran yang bersumber dari pendapatan desa, seperti bantuan keuangan dari provinsi dan kabupaten, dana desa, serta pendapatan asli desa. Silakan itu dipergunakan," kata Rambey.

Namun, disisi lain anggaran desa tersebut sudah dialokasikan untuk program seperti penanganan Covid-19.

Terlebih saat ini sudah diakhir tahun, sehingga pihak desa merasa bingung karena pengembang juga tidak mau bertanggung jawab.

"Kalau enggak punya anggaran enggak bisa dipaksakan, mau bagaimana lagi. Jadi, ya harus menunggu anggaran itu ada tahun depan. Kalau mau menggunakan anggaran perubahan paling November tahun 2022," ucapnya.

Sebelumnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) KBB juga tidak bisa melakukan perbaikan karena pasar yang kiosnya ambruk itu merupakan pasar desa dan berdiri di tanah carik desa.

Disperindag hanya bertanggung jawab terhadap pasar yang dikelola oleh pemerintah daerah dan berdiri di tanah milik pemda.

Kepala Disperindag KBB, Ricky Riyadi, mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan tembusan dan laporan dari Pemdes Gununghalu soal perbaikan kios pasar yang sudah ambruk tersebut.

"Tapi kami tidak bisa berbuat banyak, termasuk tidak bisa menganggarkan untuk perbaikannya, karena itu pasar desa yang kewenangannya di desa," ujar Ricky. (*)

Baca juga: Hubungan Keluarga Vanessa-Bibi Kian Runyam, Doddy Ingin Faisal Tinggalkan Rumah, Sebut Temperamental

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved