UMK 2022

UMK Kabupaten Cirebon 2022 Cuma Naik Rp 10 Ribu, Buruh Geruduk Kantor Bupati, Tuntut Naik 7 Persen

UMK Kabupaten Cirebon 2022 diusulkan naik Rp 10 ribu. Buruh menolak dan mendatangi kantor bupati.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Ratusan buruh saat berunjuk rasa di Kantor Bupati Cirebon di Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (25/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Ratusan buruh menggeruduk Kantor Bupati Cirebon di Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (25/11/2021).

Aksi para buruh yang tergabung dalam berbagai serikat pekerja tersebut menuntut kenaikan Upah Minimun Kota/Kabupaten (UMK) Kabupaten Cirebon 2022.

Mereka mendesak agar UMK Kabupaten Cirebon 2022 naik 7 persen dibanding tahun ini yang nilainya mencapai Rp 2.269.556,75.

Dalam aksi tersebut, para buruh tampak mengenakan berbagai atribut.

Selain itu, mereka juga terlihat membentangkan spanduk dan poster bernada protes.

Puluhan petugas Polresta Cirebon pun disiagakan di lokasi untuk mengamankan unjuk rasa para buruh yang menolak kenaikan UMK Kabupaten Cirebon 2022.

Sekjen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cirebon Raya, M Machbub, mengatakan kenaikan UMK Kabupaten Cirebon 2022 sangat tidak manusiawi.

Sebab, menurut dia, besaran kenaikan yang ditetapkan dalam rapat pleno Dewan Pengupahan Kabupaten Cirebon tergolong sangat kecil.

"UMK tahun depan hanya naik Rp 10 ribu, ini kecil sekali dan sangat tidak manusiawi," ujar M Machbub saat ditemui seusai unjuk rasa.

Ia mengatakan, gaji yang diterima buruh setiap bulannya tidak mencukupi, bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masih kurang.

Karenanya, jika UMK Kabupaten Cirebon 2022 hanya naik Rp 10 ribu maka kondisi buruh akan semakin memprihatinkan mengingat tingginya kebutuhan.

"Di masa pandemi sekarang, kebutuhan kami meningkat untuk membeli masker, vitamin, hand sanitizer, dan lainnya, tapi UMK hanya naik Rp 10 ribu," kata M Machbub.

Machbub menuntut Pemkab Cirebon merevisi kenaikan UMK Kabupaten Cirebon 2022 sehingga besarannya di atas PP 36 Tahun 2021.

Ia mengakui para buruh menginginkan minimal kenaikan UMK Kabupaten Cirebon ialah 10 persen, namun banyak pertimbangan terutama dari sisi pengusaha.

"Kami mengambil jalan tengah, UMK Kabupaten Cirebon 2022 naik 7 persen. Kalau Rp 10 ribu ini harga pakan burung saja lebih mahal," ujar M Machbub.

Baca juga: Pemkab Bandung Barat Usulkan UMK KBB 2022 Naik Rp 30 Ribu, Buruh Tidak Puas

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved