Teriak Histeri, Pelajar SMP Ini Selamat dari Tindakan Asusila Ayah Tiri

pelajar SMP itu terbangun karena terkejut akan keberadaan sang ayah tiri di kamarnya

(KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO)
ILUSTRASI korban tindakan asusila ayah tiri 

TRIBUNJABAR.ID, BULUNGAN- Seorang pelajar SMP selamat dari upaya tindakan asusila yang dilakukan ayah tirinya.

Teriakan histeris pelajar SMP itu membuat sang ayah tiri yang berinisial S (57) kabur karena takut ketahuan istrinya.

Pada akhirnya, polisi menangkap S di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, upaya pemerkosaan kedua kali terhadap anak tirinya tersebut.

Kasat Reskrim Polres Bulungan, Iptu Khomaini, mengatakan tindakan asusila yang dilakukan S dilaporkan oleh kakak kandung korban.

"Dugaan pemerkosaan oleh ayah tiri dari PNA, terjadi bukan hanya sekali. Kejadian pertama kali pada Rabu 19 November 2021 sekitar pukul 05.00 Wita. Berdasar laporan yang kami terima, saat itu kali pertama pelaku mencabuli anaknya," ujar Khomaini saat dihubungi, Kamis (25/11/2021).

Baca juga: Akibat Tindakan Asusila Terhadap Sejumlah Anak, Pedagang Mainan di Karawang Ini Ditangkap

Khomaini mengatakan, perbuatan bejat petani asal Banyuwangi itu akhirnya terbongkar saat korban yang adalah pelajar SMP itu, terbangun karena terkejut akan keberadaan pelaku di kamarnya Sabtu (20/11/2021) sekitar pukul 23.30 Wita.

"Tadinya dia masih takut dengan ancaman ayahnya, tapi kali kedua itu dia sudah tidur dan terkejut begitu ayah tirinya kembali mencoba melakukan persetubuhan untuk kedua kalinya. Karena kaget, dia akhirnya histeris sampai membuat pelaku berlari keluar kamar," lanjutnya.

Takut perbuatannya diketahui istrinya, pelaku kabur keluar rumah melalui pintu dapur. Korban langsung mengirim pesan ke kakak kandungnya yang tinggal terpisah cukup jauh dari rumah ibunya.

Pesan tersebut berbunyi bahwa ia diperkosa oleh ayahnya dan meminta kakaknya untuk menyelamatkannya.

Baca juga: Ayah Bejat, Tega Lakukan Tindakan Asusila ke Anak Kandung karena Ini, Beri Ancaman Termasuk ke Istri

"Akhirnya si kakak menjemput korban pada pukul 05.00 wita untuk dibawa tinggal di rumahnya," ucapnya.

Kakak korban yang tidak terima adiknya mendapat perlakuan tidak senonoh tersebut, kemudian melaporkannya ke polisi.

Tak lama kemudian, S diciduk di rumahnya. Dari hasil interogasi Penyidik, S mengakui semua perbuatannya.

"Kami sangkakan pasal 81 ayat (2), ayat (3) Undang-undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang ketetapan Perppu Nomor 1 tahun 2016 menjadi UU tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, Jo UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak," kata Khomaini.

Penulis : Kontributor Nunukan, Ahmad Dzulviqor

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Berkat Teriakan Histeris, Gadis di Bulungan Selamat dari Percobaan Pemerkosaan Ayah Tiri"

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved