Breaking News:

Ridwan Kamil Buat Akun NFT Untuk Fasilitasi Karya Pelaku Ekraf Agar Bisa Ditawar di Pasar Global

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan akan mengambil peluang dari ekonomi digital baru lewat non-fungible token (NFT) dengan membuka akun untuk

TRIBUN JABAR/JANUAR PH
GALERI - Galeri lukisan di Rumah Seni Ropih di Jalan Braga, Selasa (30/6). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan akan mengambil peluang dari ekonomi digital baru lewat non-fungible token (NFT) dengan membuka akun untuk memfasilitasi para pelaku ekonomi kreatif.

Akun milikinya tersebut akan menjadi bursa bagi karya digital pelaku ekraf untuk mendapatkan penawaran dari pasar global.

Ridwan Kamil mengatakan upaya ini diambil karena NFT masih dianggap rumit oleh awam bahkan para pelaku ekonomi kreatif di Indonesia. Maka untuk mengawali dan membuka peluang tersebut pihaknya membuka akun di OpenSea yang menjadi salah satu marketplace NFT. 

“Saya buat akun di bursa seni digitalnya, nanti dikoordinir oleh kita. Jadi pelaku ekraf bisa titip, tidak usah register dan bayar lagi. Nanti hasil penjualannya kita serahkan pada pemilik karya. Kita ibaratnya menyediakan wadah,” katanya di Bandung, Kamis (25/11/2021).

Ia mengaku sudah melakukan uji coba dengan memasukkan karya lukisan yang dijual oleh seniman lukis Braga bernama Solihin.

Salah satu lukisan di galeri Solihin, sudah ia masukkan ke OpenSea untuk mendapatkan penawaran dari pembeli. 

Ridwan Kamil juga mengaku karya kreatifnya berupa lukisan sudah ditayangkan di NFT, termasuk diikuti anak perempuannya Zahra. “Nanti kita lihat, kalau berhasil ini jadi. Inilah ekonomi baru,” ujarnya.

Menurutnya tak hanya lukisan, produk kreatif lainnya bisa ditawarkan di NFT. Pola perdagangan di bursa seni digital ini dinilai tidak lagi mempersoalkan karya bagus atau jelek, sepanjang ada yang menyukai karya otentik tersebut maka transaksi akan terjadi.

Ridwan Kamil menyebut upayanya memfasilitasi karya digital para pelaku ekraf sebagai bentuk dukungan marketing. “Semoga upaya ini berhasil merevolusi kesejahteraan kreator-kreator karya kreatif Indonesia,” katanya.

NFT sendiri secara sederhana adalah mengubah karya seni digital dan jenis barang koleksi lainnya menjadi satu-satunya karya. Sehingga karya tersebut bisa diverifikasi keasliannya dan mudah diperdagangkan melalui blockchain.

Sementara blockchain adalah salah satu cara menyimpan data secara digital yang saling terkoneksi antara satu perangkat dengan perangkat lainnya.

Karya-karya NFT yang terjual menurutnya menunjukan bahwa pembeli menghargainya dengan nilai luar biasa. Data DappRadarmencatat penjualan NFT mampu menembus angka tertinggi, yaitu 10,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 152 triliun pada kuartal III tahun 2021.

“Saya lihat ada anak kecil buat gambar digital dapat Rp 4 miliar. Ada satu gambar monyet dijual Rp 50 miliar. Jadi, apa yang terlihat sederahana bisa mahal karena kuncinya di marketing. Jika kuncinya marketing maka saya punya peran mengangkat, menaikan mempromosikan karya. Jadi tak semata karya luar biasa pasti mahal. Karyanya biasa aja tapi karena marketingnya mampu meningkatkan minat jadi mahal,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved