Breaking News:

Kisah Oemar Bakri Masa Kini, Honor Minim, Tetap Pergi Mengajar Meski Harus Sebrangi Sungai

Kisah perjuangan Oemar Bakri masa kini yang harus berjuang sebrangi sungai untuk mengajar meski honor minim

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Siti Fatimah
dok Nurul
Dewi Kumalasari dan Nurul Pertiwi saat terjebak oleh derasnya arus sungai menuju sekolah 

TIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Masih menyambung kisah unik Sekolah Negeri Satu Atap 1 Parungbanteng, yang terletak di Kampung Cigorowek, Desa Parungbanteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta. Kampung tersebut berjarak cukuo jauh dan hampir terisolasi.

Jarak Kampung Cigorowek ke pusat Kecamatan Sukasari berjarak 20 kilometer dengan medan yang harus ditembuh berupa jalanan terjal berbatu.

Sepeti diketahui sungai yang berlokasi 3 kilometer sebelum sampai ke Sekolah Negeri Satu Atap 1 Parungbanteng memang menjadi medan penghalang paling sulit untuk mengakses sekolah tersebut.

Baca juga: Ada Guru dan Siwa Terpapar Covid-19 di Kota Cimahi, Bagaimana Nasib PTM?

Jembatan yang belum rampung dibangun tentu saja sulit dilalui, baik untuk pejalan kaki apa lagi kendaraan, jika musim hujan tiba air sungai deras orang tak dapat menyebrangi sungai tersebut.

Para siswa dan guru yang hendak menunu sekolah, bahkan kerap kali tak kebingungan melintasi sungai tersebut.

Hal itu dialami oleh juga dialami oleh Dewi Komalasari (45) dan Nurul Pertiwi (20), mereka bedua merupakan ibu dan anak yang kini berstatus guru honorer bertugas mengajar di Sekolah Negeri Satu Atap 1 Parungbanteng.

Dewi Komalasari sang ibu merupakan seorang guru honorer untuk SDN Satu Atap 1 Parungbanteng, sedangkan Nurul Pertiwi puteranya seorang guru honorer di SMPN Satu Atap 1 Parungbanteng.

Dewi bercerita, ia berangkat ke sekolah dengan jarak tempuh yang cukup jauh, yakni 17 kilometer.

Ia saban hari berangkat berdua satu motor.

Baca juga: Momen Hari Guru, Pak Unan dan Siswa Bangun Jembatan Ilmu di Atas Sungai yang Mengisolasi Mereka

"Saya berangkat bareng sama Nurul, kebetulan kita ngajar bareng, kalau berangkat jam 6 pagi itu bisa sampai sekitar jam 07.30," ujar Dewi ketika diwawancara Tribun usai menyiapkan laptop untuk ujian ANBK SDN Satu Atap 1 Parungbanteng di Bukit Cigorowek, Desa Parungbanteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Kamis (25/11/2021).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved