Breaking News:

Hanya Untuk Ujian ANBK, Siswa SD di Parungbanteng Purwakarta Harus Naik Bukit Sejauh 3 Kilometer

Siswa SD Parungbentang Purwakarta harus naik bukit 3 kilometer hanya untuk mengikuti ujian ANBK

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Siti Fatimah
Siswa sekolah negeri Satu Atap 1 Parungbanteng tengah mengikuti ANBK di saung di atas bukit Cigorowek, Desa Parungbanteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Kamis (25/11/2021). 

TIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Pada peringatan hari guru, kisah seputar dunia pendidikan memang sangat menarik untuk diulas, khususnya kisah inspiratif lebih cocok unutuk diceritakan.

Pada momen hari guru kali ini, masih bertepatan dengan proses Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada gelombang ke III dan IV yang digelar dari Senin-Kamis tangg 22-25 November 2021.

Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah.

Baca juga: SDN Rancaekek 05 Terendam Banjir, Persiapan ANBK Terhambat

Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar literasi, numerasi, dan karakter serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran.

Begitupun di Sekolah Negeri Satu Atap 1 Parungbanteng, Kampung Cigorowek, Desa Parungbanteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta.

Meski terletak di pedalaman para siswa disana tetap diwajibkan mengikuti ANBK.

Sekolah tersebut berjarak 20 kilometer dari pusat Kecamatan Sukasari, selain jauh akses menuju sekolah tersebut juga terbilang tidak ramah karena berupa jalanan terjal berbatu, kondisi tersebut diperparah jika musim penghujan datang, karena lumpur tanah merah dijalanan tersebut akan menyulitkan lahu kendaraan.

Siswa sekolah negeri Satu Atap 1 Parungbanteng naik mobil pick up untuk mengikuti ANBK
Siswa sekolah negeri Satu Atap 1 Parungbanteng naik mobil pick up untuk mengikuti ANBK ()

Selain sulitnya akses, letak sekolah yang berada di pedalaman juga menyulitkan akses informasi, sebab, di Kampung Cigorowek yang merupakan lokasi sekolah tersebut tak ada jaringan atau signal telepon seluler maupun internet.

Guru Sekolah Negeri Satu Atap 1 Parungbanteng Unadar mengungkap, proses ANBK tetap harus dilaksanakan oleh muridnya sebab hal itu sudah menjadi program nasional.

Baca juga: Apa Itu ANBK? Jadwal Lengkap ANBK 2021 SD/MI Dimulai 15 November hingga Link Soal Latihan

"Kemarin kita kesulitan karena di sekolah sempat ada pemadaman listrik, dan memang gak ada sinyal," ujar Unan, ketika ditemui Tribun usai mengantar anak-anak mengikuti proses ANBK, Kamis (25/11/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved