Breaking News:

Curhat ke Ketua Komisi X DPR RI, Emak-emak Ini Kayak Harimau, Galak ke Anak Saat Belajar Daring

Seorang Emak-emak di Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang curhat kepada Ketua Komisi X DPR RI

Editor: Ichsan
dok.pribadi
Curhat ke Ketua Komisi X DPR RI, Emak-emak Ini Kayak Harimau, Galak ke Anak Saat Belajar Daring 

TRIBUNJABAR.ID - Seorang Emak-emak di Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang curhat kepada Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengenai rumitnya membimbing anak dalam proses pembelajaran online.

Curhat itu disampaikan emak-emak, saat Syaiful Huda bersama rombongan melakukan kunjungan ke SDN Margasari 3 Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang Kamis, 25 November 2021.

Kepada Syaiful Huda, Emak-emak itu mengaku memiliki tiga anak yang masih bersekolah.

"Satu orang di Bimba, dua orang di SD. Kalo ada (sekolah) online daring langsung teriak 'Mamah' langsung kepala saya itu puyeng. Jadi kalau online itu kita keganggu, karena kita harus libur jualan untuk bimbing anak," katanya, dalam rilis yang diterima.

Baca juga: FAKTA Mengejutkan, Sering Belajar Daring Pakai Ponsel, Pelajar Pangandaran Harus Pakai Kacamata

Lalu Syaiful Huda menanyakan kepada emak-emak tersebut lebih baik sekolah online atau offline.

"Jadi lebih baik di rumah atau di sekolah?," ujar Huda.

"Yah lebih baik di sekolah lah pak, anak jauh lebih aman di sekolah," jawab emak-emak.

"Ini nih anak saya suka ngomong kalau lagi belajar di rumah mamah kayak harimau, karena saya melotot ke anak, saya tanya ke anak maksudnya apa, eh katanya mamah galak kalau lagi belajar,"

"Jadi anak yang jadi korban karena ibunya jadi harimau?," tanya Huda sambil tertawa.

Seusai berbincang dengan emak-emak, Huda menjelaskan saat ini pihaknya sedang melakukan assesment secara nasional untuk memotret fenomena learning lost yang terjadi akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Dibebaskan Usai Curi Ponsel Demi Anak Belajar Daring, Kini Comara Dapat Ponsel dari Kajari Garut

"Tadi dapat banyak keluhan mengenai learning lost ini, nanti kita akan tampung sebagai agenda perbaikan untuk pendidikan kita ke depan, kita juga akan diskusikan dengan pihak Kemendikbud," ujarnya.

Huda juga mengatakan formasi guru di sekolah yang terdiri atas 4 guru PNS, dan 7 guru honorer ini belum mendapat kuota PPPK pada tahun ini.

"Dan kebetulan di sekolah ini tidak ada kuota guru PPPK, tahun depan kita berharap ada kuota PPPK dari sekolah ini," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved