Breaking News:

Buron Terpidana Kasus Tanah Dibekuk di Markas Polisi di Bandung, Langsung Dieksekusi Jaksa

Buron terpidana kasus tanah diamankan tim Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, di Markas Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Hermawan Aksan
Dok Kejati
Tim intelijen Kejati (kanan) tengah mengeksekusi Tubagus Madya Dwiputra (kiri) terpidana kasus pemindahtanganan tanah milik orang lain. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Buron terpidana kasus tanah diamankan tim Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, di Markas Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Rabu, 24 November 2021.

Terpidana bernama Tubagus Madya Dwiputra itu diamankan tanpa perlawanan dan langsung dieksekusi jaksa.

Kasipenkum Kejati Jabar, Dodi Gazali Emil, mengatakan, sebelum eksekusi, pihaknya sudah melakukan pemantauan sejak beberapa hari sebelumnya.

Saat Tubagus Madya Dwiputra berada di Polrestabes Bandung, kata dia, tim gabungan dari Kejati Jabar bersama Kejari Kota Bandung langsung melakukan eksekusi.

"Jadi, memang kami sudah 10 hari memantau yang bersangkutan dan kami lihat posisinya ada di sana (Polrestabes Bandung) sehingga bisa dilakukan eksekusi, akhirnya kami eksekusi," ujar Dodi saat dihubungi, Kamis (25/11/2021).

Tubagus Madya Dwiputra adalah terpidana yang terbukti melanggar Pasal 385 ayat 1 KUHPidana.

"Putusannya saat itu 2019. Waktu itu tidak ditahan dulu."

"Dalam prosesnya yang bersangkutan sudah diminta hadir tapi tidak hadir," katanya.

Dalam dokumen di laman Mahkamah Agung (MA), Tubagus Madya Dwiputra berperkara pada 2015.

Ia diduga memindahtangankan aset milik orang lain.

Perkara ini kemudian dibawa ke pengadilan pada 2019 dan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung memvonis Tubagus pidana satu tahun penjara.

Atas putusan tersebut, Tubagus mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Bandung di tahun yang sama.

Di tingkat banding, hakim menguatkan putusan PN Bandung.

"Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Bandung nomor 1199/Pid.B/2018/PN.Bdg tanggal 25 Juni 2019 yang dimintakan banding tersebut," ucap hakim dalam petikan amar sebagiamana tertuang dalam website MA. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved