Breaking News:

Razia Indekos di Kota Cirebon Digelar Siang Hari, Penghuni Dites Urine, Ternyata Begini Hasilnya

Petugas gabungan menggelar razia di sejumlah indekos di Jalan Sutomo, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Rabu (24/11). Mereka menyambangi puluhan kamar

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNCIREBON.COM/AHMAD IMAM BAEHAQI
Petugas gabungan saat menggelar razia indekos di Jalan Sutomo, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Rabu (24/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Petugas gabungan menggelar razia di sejumlah indekos di Jalan Sutomo, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Rabu (24/11/2021).

Mereka menyambangi puluhan kamar di indekos yang berada di kawasan tersebut kemudian memeriksa kartu identitas para penghuninya.

Bahkan, petugas BNN Kota Cirebon yang turut serta dalam razia itu pun melakukan tes urine terhadap para penghuni indekos.

Kepala Bidang Penertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Kota Cirebon, Suweka, mengatakan, razia kali ini berbeda dibanding biasanya.

"Kami biasanya menggelar razia pada malam hari, sekarang dari pagi hingga siang," ujar Suweka saat ditemui seusai kegiatan.

Ia mengatakan, razia penyakit masyarakat (pekat) tersebut untuk mengantisipasi tindakan asusila, peredaran minuman keras (miras), dan lainnya.

Bahkan, termasuk peredaran gelap narkoba sehingga petugas pun melakukan tes urine kepada penghuni indekos yang didatangi.

Pihaknya mengakui razia itu berdasarkan aduan masyarakat yang merasa resah akan tindakan asusila dan peredaran narkoba di kawasan tersebut.

"Dari aduan masyarakat itu, kami tindak lanjuti melalui operasi gabungan kali ini, dan alhamdulillah hasilnya nihil," kata Suweka.

Suweka menyampaikan, razia itu bakal dijadikan bahan evaluasi untuk kegiatan serupa yang rutin dilaksanakan Satpol PP Kota Cirebon.

Jika hasilnya dinilai efektif maka operasi semacam itu akan diintensifkan pada siang hari untuk memberantas penyakit masyarakat di Kota Udang.

"Dalam operasi ini tidak ditemukan indikasi praktik esek-esek dan 22 orang yang dites urine juga hasilnya negatif," ujar Suweka. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved