Breaking News:

Peran Penuntut Umum Tertinggi, Alasan Tuntutan Valencya Dicabut di Kasus KDRT Suami Mabuk-mabukan

Untuk pertama kalinya jaksa cabut tuntutan ke terdakwa di sidang pengadilan negeri. Hal itu terjadi di kasus Valencya, di Pengadilan Negeri Karawan

Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar/Cikwan Suwandi
Sidang kasus Valencya, Selasa (23/11/2021). Dalam replik, jaksa penuntut umum membatalkan tuntutan satu tahun dan menuntut Valencya bebas. 

TRIBUNJABAR.ID,KARAWANG- Untuk pertama kalinya jaksa mencabut tuntutan ke terdakwa di sidang pengadilan negeri. Hal itu terjadi di kasus Valencya, di Pengadilan Negeri Karawang.

Valencya dilaporkan suaminya, Chan Yung Cing atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berupa kekerasan psikis.

Valencya disebutkan memarahi Chan Yung Chin yang bertabiat buruk karena sering mabuk-mabukan, pemalas dan tidak bertanggung jawab terhadap anak dan istri.

Di persidangan, jaksa Kejari Karawang menuntut agar majelis hakim menjatuhkan pidana selama 1 tahun untuk Valencya.

Baca juga: 3 Kejanggalan Pelaku Kasus Subang, Bikin Polisi Yakin Orang Dekat Terlibat Perampasan Nyawa Amalia

Belakangan, tuntutan itu dianggap Kejagung mencederai sense of risis sehingga Jaksa Agung melalui Jaksa Agung Muda Pengawasan mengeksaminasi para jaksa yang terlibat dalam perkara tersebut.

Pencabutan tuntutan itu dibacakan jaksa dari Kejagung Syahnan Tanjung di sidang replik di Pengadilan Negeri Karawang, Selasa (23/11/2021).

"Menyatakan Terdakwa Valencya alias Nengsy Lim anak dari Suryadi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana kekerasan psikis dalam Iingkup rumah tangga sebagaimana Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 5 huruf b UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT," kata Syahnan Tanjung di persidangan kemarin.

Ia kemudian mengurai dasar hukum atau alasan dari pencabutan tuntutan tersebut. Syahnan mengatakan, perubahan atau pencabutan tuntutan itu didasarkan pada subjektifitas penuntut umum dan tidak dilandasi pada keadaan objektifitas kehidupan sosial terdakwa.

Baca juga: Kabar Valencya Kini, Menangis saat Jaksa Agung Batalkan Tuntutan, Tak Terbukti Bersalah

"Yang kami pandang dari sudut sosiologis dan paikologis dari tekanan atau perbuatan suaminya sendiri mendorong terjadinya pertengkaran dan perselisihan yang berkepanjangan dan berpengaruh pada traumakhitis pada jiwa anak-anak terdakwa," kata Syahnan.

Sehingga, karena alasan itu, perkara tersebut langsung diambil alih Jaksa Agung sebagai sebagai perwujudan dari pelaksanaan kewenangan asas “Dominus Litis" sebagai pemilik atau pengendali perkara.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved