Breaking News:

Pembelaan Tersangka Hoaks Babi Ngepet di Sawangan Ditolak, Ngotot Jelaskan Uang Warga Hilang

Dalam sidang lanjutan Selasa (23/11/2021), Jaksa Penuntut Umum (JPU) memberikan jawaban atas nota pembelaan dari kubu terdakwa Adam Ibrahim alias Adam

Editor: Ravianto
Kejari Depok via Tribunnews
Suasana persidangan kasus hoaks babi ngepet di Pengadilan Negeri Depok, Selasa (5/10/2021). Adam Ibrahim sebagai terdakwa dituntut tiga tahun penjara. 

TRIBUNJABAR.ID, DEPOK - Kasus hoaks babi ngepet di Sawangan, Depok yang ternyata hoaks masih  bergulir di pengadilan.

Dalam sidang lanjutan Selasa (23/11/2021), Jaksa Penuntut Umum (JPU) memberikan jawaban atas nota pembelaan dari kubu terdakwa Adam Ibrahim alias Adam.

JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok menyatakan tidak sependapat dengan nota pembelaan atau Pleidoi yang disampaikan oleh pengacara terdakwa.

Pledoi tersebut diajukan terdakwa melalui pengacaranya, yang terdiri dari 23 halaman.

"Kami sampaikan secara tegas bahwa jaksa tetap pada surat tuntutan kami terdahulu dan memohon kepada majelis agar tanggapan ini menjadi satu kesatuan dengan surat tuntutan tersebut," tutur JPU Alfa Dera dalam fakta persidangan di PN Depok, Komplek Perkantoran Kota Kembang, Cilodong, Depok, Selasa (23/11/2021).

Ada empat poin yang disampaikan JPU terkait replik, satu di antaranya menjawab ucapan terdakwa yang disampaikan pengacaranya, kisah terdakwa dapat diteladani bahwa berbohong untuk kebaikan itu diperbolehkan.

JPU Alfa Dera meminta terdakwa dan pengacaranya dalam memahami kisah tersebut lebih dulu didasari landasan ilmu agar tidak gagal paham.

"Sehingga menyadari perbuatan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, yang dilakukan oleh terdakwa Adam Ibrahim tentunya tidak dapat dikorelasikan dan jauh berbeda dengan kisah Nabi Ibrahim yang sedang bertauriyah," kata JPU Alfa Dera.

Warga di Kelurahan Bedahan, Sawangan, Kota Depok, digegerkan dengan penangkapan seekor binatang babi, yang diduga adalah babi jadi-jadian alias babi ngepet.
Warga di Kelurahan Bedahan, Sawangan, Kota Depok, digegerkan dengan penangkapan seekor binatang babi, yang diduga adalah babi jadi-jadian alias babi ngepet. (Istimewa)

Poin kedua terkait Dakwaan dan Tuntutan serta poin ketiga tentang Fakta Persidangan, JPU menanggapinya dengan tetap pada surat tuntutannya terdahulu.

Sementara pada poin keempat perihal Analisa Hukum, JPU tetap pada dawaan pertamanya yakni melanggar Pasal 14 ayat (1) UU RI No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved