Breaking News:

Kronologi Lebih dari 24 Jam Peluru Nyasar Bersarang di Punggung Bocah Asal KBB, Kini Masih di RSHS

Muhammad Abdul Aljabar (10), bocah yang terkena peluru nyasar harus menunggu waktu yang cukup lama agar peluru yang bersarang di punggungnya

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Warga menunjukan foto korban peluru nyasar dan lokasi kejadiannya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Muhammad Abdul Aljabar (10), bocah yang terkena peluru nyasar harus menunggu waktu yang cukup lama agar peluru yang bersarang di punggungnya bisa dikeluarkan atau diangkat melalui tindakan operasi.

Pasalnya setelah kejadian itu, pada Minggu (21/11/2021), warga Kampung Babakan Cianjur, RT 06/03, Desa Cihampelas, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu sempat dibawa ke klinik dan beberapa rumah sakit hingga akhirnya dia dioperasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Bocah tersebut terkena peluru nyasar pada pukul 20.00 WIB, kemudian mendapat tindakan operasi untuk mengeluarkan peluru pada Senin (22/11/2021) pada pukul 21.00 WIB hingga pukul 23.30 WIB dan operasi berjalan lancar.

"Pelurunya sudah diangkat, tapi sekarang masih di ruangan ICU (RSHS)," ujar ayah korban, Agus Firmansyah (34), saat dihubungi wartawan, Rabu (24/11/2021).

Soal peluru nyasar yang hingga saat ini belum diketahui asalnya, pihak keluarga menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada aparat kepolisian karena pihak keluarga lebih fokus mengawal kesembuhan anaknya.

"Alhamdulillah kondisinya sudah berangsur membaik. Kalau mau tahu kondisinya lebih jelas, bisa komunikasi sama pihak rumah sakit saja," katanya.

Bahkan, setelah anaknya menjalani operasi, dia sendiri belum sempat melihat peluru yang dikeluarkan dari tubuh anaknya karena saat operasi pihak keluarga menunggu di luar.

"Enggak sempat (lihat peluru), soalnya saya juga kan nunggu di luar dan yang dipikirkan cuma anak," ucap Agus.

Baca juga: Bocah Korban Peluru Nyasar Sudah Jalani Operasi Pengangkatan Peluru, Kini Sudah Bisa Berkomunikasi

Sebelumnya, Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum, RSHS Bandung, drg. Muhammad Kamaruzzaman, M.Sc mengatakan, bocah tersebut merupakan pasien rujukan dari RSUD Cililin yang dibawa ke RSHS Bandung pada 22 November 2021 pukul 02.00 WIB.

"Pasien tersebut langsung kami lakukan pelayanan di IGD dengan tindakan triage dan sebagainya. Kemudian dilakukan pengeluaran proyektil peluru yang ada di area punggung belakang," ujarnya di RSHS Bandung.

Setelah menjalani operasi pengangkatan peluru, kata dia, pasien tersebut juga terus dilakukan penanganan oleh tim medis dan hingga saat ini kondisinya sudah semakin membaik.

"Sudah bisa berkomunikasi dan orientasi juga dengan baik meskipun masih dipasang infus. Mudah-mudahan pasien ini akan semakin pulih," kata Muhammad. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved