Breaking News:

Hari Guru Nasional Tahun 2021: Bergerak dengan Hati Pulihkan Pendidikan

“The only constant is change” demikian menurut Heraclitos, filosof Yunani kuno. Aforisme ini dapat dimaknai, betapa segalanya di dunia ini berubah. Ya

Ahmad Nur Hidayat Komisioner KPU Kota Bandung, Pemerhati Pendidikan 

TRIBUNJABAR.ID, “The only constant is change” demikian menurut Heraclitos, filosof Yunani kuno. Aforisme ini dapat dimaknai, betapa segalanya di dunia ini berubah. Yang tetap hayanlah perubahan itu sendiri. Dalam hal ini, bagaimana setiap manusia harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi setiap saat. Dunia Pendidikan di Indonesia mengalami perubahan yang luar biasa.

Hadirnya media baru (internet) pada era modern, mengakselerasi perubahan itu sedemikian rupa. Sebagai media atau alat, bahkan perangkat teknologi digital ini bertantransformasi menjadi ruang baru. Ia memiliki kemampuan, dalam bahasa Gun-Gun Heryanto, akademisi ilmu komuikasi UIN Syarif Hidayatullah untuk “penyelenggaraan produksi, reproduksi dan distribusi informasi dan pengetahuan secara signifikan”.

Jika teknologi digital dilihat sebagai ruang, media atau alat, maka di baliknya ada subjek yang mengisi ruang tersebut. Subjek atau aktor itu dalam konteks pendidikan selain siswa adalah guru. Di sinilah guru berperan untuk memproduksi, mereproduksi dan mendistribusi informasi dan pengetahuan kepada insan pelajar. Oleh karena itu, guru seharusnya mampu beradaptasi secara bertahap dan pasti, menggunakan perangkat digital dalam penyelenggaraan Pendidikan.

Penyelenggaraan Pendidikan dengan pendekatan teknologi digital bukan berarti tanpa tantangan. Misalnya, para guru yang berada di daerah terdepan, terluar dan terpencil (3T) dengan keterbatasan jaringan internet dan perangkat digital yang terbatas adalah kendala yang tengah dihadapi pendidikan Indonesia hari ini.

Pertanyaan penting yang perlu dijawab adalah bagaimana tranformasi digital di tengah pandemi covid-19 dapat membentuk generasi cerdas dan berkarakter yang kelak akan membawa Indonesia menjadi negara maju dan unggul? Tentu saja, di samping guru dalam institusi sekolah, keluarga dan masyarakat, pertanyaan ini mesti dijawab oleh pemerintah terkait yakni Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Mendikbudristek, Madiem Anwar Makarim dalam acara INA-LAC Business Forum, pada 18 Oktober 2021 menjelaskan, pembelajaran daring secara penuh adalah hal baru bagi seluruh guru di dunia, khususnya bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil. Ia menggambarkan betapa sulitnya proses transisi perubahan ke arah pembelajaran jarak jauh tersebut. Menurunya, inisiatif-inisiatif Kemendikbudristek akan membantu peningkatan kualitas pendidikan di daerah-daerah yang sulit dijangkau serta memungkinkan masyarakat di daerah tersebut untuk dapat berkontribusi lebih terhadap perekonomian bangsa dan memenuhi apa yang menjadi potensi atau keunggulan mereka.

Dalam rangka mengatasi persoalan ini, pemerintah lewat Kemendikbudristek telah melakukan pelbagai upaya mencari jalan keluar, di antaranya; pengadaan perangkat teknologi dan pendirian pemancar jaringan internet di daerah tersebut. Selain itu, Mendikbudristek menyebutkan beberapa aplikasi yang telah dikembangkan oleh Kemendikbudristek, salah satunya adalah SIPLah (Sistem Informasi Pengadaan SekoLah). Aplikasi ini berfungsi sebagai ‘marketplace’ di mana sekolah dapat membeli perangkat kebutuhan sekolah menggunakan sumber dana bantuan operasional dari pemerintah, melalui aplikasi e-commerce yang fleksibel dan aman.

Sedangkan melalui laman ‘Rumah Belajar’, Kemendikbudristek menyediakan materi pembelajaran bagi guru dan siswa prasekolah sampai SMA di seluruh tanah air. Sampai saat ini laman tersebut telah memiliki lebih dari 800.000 subscribers. Semua inisiatif ini dipastikan oleh Mendikbudristek akan membantu Indonesia dalam mengawali proses pemulihan dari masa pandemi dan bergerak maju menuju masa depan.

Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2021 mengusung tema “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”. Tema ini mengandung pesan yang mendalam. Seperti dikatahui bahwa penyelenggaraan Pendidikan tidak lepas dari persolan, apalagi di tengah pandemi. Oleh sebab itu, peran guru yang bergerak secara dinamis, menyesuikan diri dengan keadaan, dan tulus hati untuk mendidik adalah kunci dalam rangka memulihkan keadaan Pendidikan hari ini.

Menjadi guru artinya menjadi pembelajar sepanjang hayat dan terus meng-update pengetahuan. Untuk ini K.H Ahmad Dahlan berpesan “jadilah guru sekaligus jadilah murid”. Tokoh Pembaharu Pendidikan Islam Indonesia itu ingin berpesan agar pendidik dapat bersikap egaliter dan tidak mementingkan gengsi statusnya sebagai guru kemudian merasa benar dan serba-tau. Guru harus mau belajar dan mengembangakan pengetahuannya bersama siswa, menjiwai proses belajar dan ikut tumbuh bersama siswa dalam membentuk kesadaran menjadi pribadi yang lebih baik.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved