Breaking News:

Bocah Korban Peluru Nyasar Sudah Jalani Operasi Pengangkatan Peluru, Kini Sudah Bisa Berkomunikasi

Setelah menjalani operasi pengangkatan peluru, pasien tersebut juga terus dilakukan penanganan oleh tim medis, kondisinya semakin membaik

Istimewa/ Humas RSHS
Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum, RSHS Bandung, drg. Muhammad Kamaruzzaman, M.Sc 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Muhammad Abdul Aljabbar, bocah korban peluru nyasar, kini sudah bisa berkomunikasi lagi setelah menjalani operasi pengangkatan peluru di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Bocah kelas 3 SD asal Kampung Babakan Cianjur, RT 06/03, Desa Cihampelas, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih menjalani perawatan di RSHS Bandung untuk menjalani pemulihan kondisinya setelah menjalani operasi.

Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum, RSHS Bandung, drg. Muhammad Kamaruzzaman, M.Sc mengatakan, bocah tersebut merupakan pasien rujukan dari RSUD Cililin yang dibawa ke RSHS Bandung pada 22 November 2021 lalu pada pukul 02.00 WIB.

Baca juga: Sempat Bersarang di Punggung, Peluru Nyasar di Tubuh Bocah Asal Bandung Barat Sudah Dikeluarkan

"Pasien tersebut langsung kita lakukan pelayanan di IGD dengan tindakan triage dan sebagainya. Kemudian dilakukan pengeluaran proyektil peluru yang ada di area punggung belakang," ujarnya di RSHS Bandung, Rabu (24/11/2021).

Setelah menjalani operasi pengangkatan peluru, kata dia, pasien tersebut juga terus dilakukan penanganan oleh tim medis dan hingga saat ini kondisinya sudah semakin membaik.

"Sudah bisa berkomunikasi dan orientasi juga dengan baik meskipun masih dipasang infus. Mudah-mudahan pasien ini akan semakin pulih," kata Muhammad.

Diberitakan sebelumnya, warga setempat sekaligus saksi mata, Syarif Hidayat (43) mengatakan, anak tersebut terkena peluru nyasar ketika ayah korban memperbaiki ponsel di teras rumahnya sekitar pukul 20.00 WIB.

"Anak itu melihat HP yang sedang diperbaiki ayahnya sambil jongkok. Tiba-tiba ada suara (pantulan peluru) kena pagar, kemudian anaknya menangis," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (23/11/2021).

Setelah anak itu menangis, kata dia, ayah korban langsung memeriksa kondisi anaknya dan diketahui terdapat darah pada bagian punggung anak tersebut, kemudian anak itu langsung dibawa ke klinik.

Baca juga: Masih Misteri, Asal Peluru Nyasar yang Bersarang di Punggung Bocah di Bandung Barat Belum Diketahui

"Saya dengar banget suaranya karena kebetulan saya sedang ada disini. Saya dan semua yang ada disini sampai kaget karena anaknya langsung nangis," kata Syarif.

Ia mengatakan, setelah anak itu dipastikan terkena peluru nyasar itu, kondisinya masih tetap sadar, sehingga dia pun langsung dibawa ke klinik untuk mendapat pertolongan pertama.

Namun saat itu pihak klinik tidak sanggup untuk menangani anak tersebut, begitupun dengan beberapa rumah sakit yang ada di KBB, Kota Cimahi, dan Kota Bandung, sehingga anak ini harus ditangani di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved