Breaking News:

100 Kios Pasar Desa Gununghalu Ambruk, Disperindag KBB Tak Bisa Bantu Perbaiki, Ini Alasannya

Ricky Riyadi mengatakan pihaknya tak bisa membantu memperbaiki 100 kios yang ambruk di Pasar Desa Gununghalu.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Istimewa/Desa Gununghalu.
Sebanyak 100 kios semi permanen di pasar desa, Kampung Pasirjaya, RT 02/17, Desa Gununghalu, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ambruk setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang, pada Kamis (18/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak bisa melakukan perbaikan 100 kios Pasar Desa Gununghalu yang ambruk diterjang angin kencang beberapa waktu lalu.

Hal tersebut karena pasar yang kiosnya ambruk itu merupakan pasar desa dan berdiri di tanah carik desa.

Sementara Disperindag hanya bertanggungjawab terhadap pasar yang dikelola oleh pemerintah daerah dan berdiri di tanah milik pemda.

Kepala Disperindag KBB, Ricky Riyadi, mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan tembusan dan laporan dari Pemdes Gununghalu soal perbaikan kios pasar yang sudah ambruk tersebut.

"Tapi kami tidak bisa berbuat banyak, termasuk tidak bisa menganggarkan untuk perbaikannya, karena itu pasar desa yang kewenangannya di desa," ujarnya di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Rabu (24/11/2021).

Pihaknya hanya bisa membantu mengarahkan pihak desa agar membuat tembusan laporan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) karena kewenangan dan pengelolaan untuk pasar desa di ranah pemerintah daerah ada di dinas tersebut.

"Saya sudah sampaikan hal tersebut kepada Pak Camat dan Pak Kades agar buat surat juga ke DPMD, supaya ada korelasinya," kata Ricky.

Kendati demikian, pihaknya mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa Pasar Desa Gununghalu tersebut dan pihaknya berharap kejadian seperti itu tidak sampai terjadi lagi.

Sebelumnya, Kepala Desa Gununghalu Isep Heriatna mengatakan, masih bingung mencari pendanaan karena pihak pengembang tidak mau bertanggungjawab dan menyerahkan hal tersebut ke pihak desa.

Di satu sisi, anggaran desa sudah dialokasikan untuk program seperti penanganan Covid-19, terlebih saat ini sudah di akhir tahun, tapi pihaknya akan mengupayakan agar aktivitas pasar secepatnya kembali normal.

"Kami sudah lapor ke Plt Bupati dan Disperindag, karena bingung mencari anggaran pembangunannya. Paling tidak dibutuhkan dana sekitar Rp 130-150 juta dan perbaikannya kemungkinan lebih dari dua bulan," ucapnya.

Baca juga: 100 Kios Pasar Desa di Bandung Barat Porak Poranda Diterjang Angin Kencang dan Hujan Deras

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved