Breaking News:

PLN UP3 Cimahi Berikan Tips Aman agar Terhindar dari Bahaya Setrum saat Musim Hujan

Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP3 Cimahi memberikan tips aman agar terhindar dari bahaya setrum saat musim hujan seperti saat ini.

PLN
PLN UP3 Cimahi Berikan Tips Aman agar Terhindar dari Bahaya Setrum saat Musim Hujan 

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP3 Cimahi memberikan tips aman agar terhindar dari bahaya setrum saat musim hujan seperti saat ini.

Pihak PLN menilai, saat memasuki musim penghujan, banyak hal yang perlu diperhatikan termasuk masalah kelistrikan karena saat hujan datang, risiko terjadinya banjir kian meningkat.

Pejabat Pelaksana K3L dan KAM PLN UP3 Cimahi, Putri Nur Zaidar mengatakan, bahwa hal pertama yang harus dilakukan masyarakat saat banjir untuk menghindari bahaya tersengat aliran listrik yaitu mematikan listrik dari Meter Circuit Breaker (MCB) di kWh meter.

"Selanjutnya cabut seluruh peralatan listrik yang masih menancap dan naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman," ujarnya melalui siaran pers, Kamis (18/11/2021).

Apabila terjadi banjir dan listrik belum dipadamkam oleh PLN, laporkan segera melalui PLN Mobile, Contact Center PLN 123 atau hubungi kantor PLN terdekat. Setelah banjir surut, pastikan semua alat elektronik dan instalasi listrik dalam keadaan kering dan tidak lembab.

Menurutnya, penormalan listrik oleh PLN akan dilakukan apabila instalasi PLN maupun warga sudah dalam kondisi kering dan siap serta aman dialiri listrik. Penyalaan akan dilakukan dengan didahului oleh penandatanganan berita acara disaksikan oleh Ketua RT/RW atau tokoh masyarakat setempat apabila diperlukan.

"Kami juga mengimbau apabila datang hujan, jangan berteduh di dekat instalasi kelistrikan seperti tiang listrik, gardu listrik, maupun tiang lampu penerangan jalan untuk menghindari bahaya tersengat arus listrik dan petir," tambah Putri.

Kemudian, masyarakat juga diimbau perlu menggunakan alat pengaman diri seperti sepatu boots yang kedap air apabila melewati genangan air. Ini untuk menghindari resiko terkena pecahan kaca, paku, bakteri, maupun arus listrik bocor.

"Arus listrik bocor bisa saja terjadi disebabkan oleh gesekan kabel PLN dengan kabel lain (kabel listrik bukan dari PLN) yang dipasang tidak sesuai aturan atau bahkan tidak berizin. Selain itu masyarakat yang mengambil listrik langsung dari tiang juga sangat berbahaya karena kabelnya tidak standar dan sangat berpotensi menimbulkan arus bocor," tegas Putri.

Secara rutin, PLN telah melakukan inspeksi terhadap tiang-tiang dan kabel untuk memastikan penyaluran energi listrik ke masyarakat dalam kondisi normal dan aman. Masyarakat bisa melaporkan ke PLN apabila menjumpai tiang dan kabel listrik yang membahayakan.

"Kenali dulu kabel dan tiangnya. Kalo kabel PLN itu terpilin dan biasanya terpasang sesuai dengan standard PLN yaitu ±9m. Jika yang dimaksud kabel dengan wujud satuan dan tidak terpilin serta pemasangannya pendek sudah dipastikan itu bukan kabel PLN karena secara teknis hal itu tidak diperkenankan untuk penyaluran listrik, itu kabel utilitas lain," pungkas Putri.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved