Penuntut Kejaksaan Agung Tarik Tuntutan terhadap Valencya, Majelis Hakim akan Putuskan Awal Desember

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menarik tuntutan penuntut umum perkara Valencya (45), ibu yang dituntut satu tahun penjara karena sering memarahi mantan sua

Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar / Cikwan Suwandi
Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka dan Valencya di sidang pleidoi kasus KDRT di Pengadilan Negeri Karawang, Kamis (18/11/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menarik tuntutan penuntut umum perkara Valencya (45), ibu yang dituntut satu tahun penjara karena sering memarahi mantan suaminya yang selalu pulang mabuk.

Hal itu diungkapkan JPU dari Kejaksaan Agung, dalam agenda replik atau pembelaan JPU dari pleidoi Valencya.

"Mengacu pada Pasal 8 ayat 3 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004, demi keadilan dan kebenaran berdasarkan Ketuhanan YME, Jaksa Agung Republik Indonesia selaku penuntut umum tertinggi negara, menarik tuntutan penuntut umum yang telah dibacakan pada hari Kamis 11 November 2021 terhadap terdakwa Valencya alias Nengsy Lim anak dari Suryadi," kata Penuntut Umum Syahnan Tanjung dalam sidang, Selasa (23/11/2021).

Selanjutnya, Shaynan menyatakan, jika terdakwa Valencya tidak terbukti secara sah, JPU akan membebaskan terdakwa Valencya dari segala tuntutan.

Kemudian sejumlah barang bukti akan dikembalikan kepada Valencya.

"Membebankan biaya perkara kepada negara," katanya.

Namun, setelah dibacakan replik dan kuasa hukum terdakwa tidak akan melakukan duplik, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Karawang belum bisa menentukan keputusannya dan sidang keputusan akan dilaksanakan 2 Desember 2021.

Sebelumnya, potongan video pembacaan pleidoi Valencya viral di media sosial.

Video 30 detik itu diposting akun instagram @halokrw.

Dalam postingannya @halokrw menyebutkan Valencya (45), ibu rumah tangga yang viral karena dituntut 1 tahun penjara karena memarahi suami yang pulang ke rumah dengan keadaan mabuk-mabukan, berterima kasih kepada teman-teman media terutama PWI Karawang yang senantiasa menyuarakan kebenaran mengenai kasusnya.

Valencya juga mengucapkan terima kasih kepada Kejaksaan Agung, Kapolri dan Ibu Rieke Diah Pitaloka selaku Anggota DPR RI yang berkenan mendampinginya menghadapi kasus ini.

"Hal itu diungkapkan Valencya pada saat sidang pledoi (pembelaan) di Pengadilan Negeri Karawang, Kamis (18/11/2021) kemarin," tulis @halokrw dikutip Tribun Jabar.

Ketua PWI Karawang Aep Saepuloh mengakui, PWI Karawang memang mengawal kasus Valencya sejak awal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved