Breaking News:

Keluarga Korban Tawuran di Sukabumi Minta Ini ke Polisi Setelah Pelaku yang Habisi Fajar Ditangkap

Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Sukabumi, (karena) para pelaku yang mengkibatkan adik saya meninggal sudah ditangkap.

Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Giri
Tribun Jabar/Dian Herdiansyah
Polisi menunjukkan senjata yang dipakai untuk menghabisi korban dalam tawuran pelajar yang terjadi pada Jumat (19/11/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Muhammad Faisal, kakak kandung Fajar Maulana, korban tawuran yang meninggal dunia akibat dibacok sejata tajam jenis tombak bermata pisau dua (gripper) berterima kasih atas telah diungkapnya kasus tersebut.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Sukabumi, (karena) para pelaku yang mengkibatkan adik saya meninggal sudah ditangkap," ujar Faisal kepada Tribunjabar.id, Selasa (23/11/2021).

Kata Faisal, polisi bukan hanya menangkap para pelaku tawuran, tapi termasuk pelaku yang merekam berlangsungnya tawuran pada 19 November di Jalan Benda, Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi.

"Karena dugaan ada alumni-alumninya yang terlibat dengan sengaja merekamnya. Harus diusut sampai tuntas," ucapnya.

Faisal juga meminta kepada polisi agar para pelaku diganjar dengan aturan yang berlaku agar mereka kapok.

"Ya, dihukum dengan seadil-adilanya. Agar mereka kapok dan kejadian serupa tidak terulang kembali," katanya.

 Sebelumnya, Satreskrim Polres Sukabumi mengungkap kasus meninggalnya Fajar Maulana, warga Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Fajar Maulana meninggal dalam aksi tawuran pelajar di jalan Raya Sukabumi Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jumat (19/11/202).

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Rizka Fadhila, mengatakan ada enam terduga pelaku pembacokan yang ditangkap dalam tawuran tersebut.

"Keenam ini ditangkap di Perumahan Venesia Mutiara Residance, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor," ujarnya, 

Rizka menuturkan, penyebab korban meninggal yakni ada satu tanda kekerasan senjata tajam pada punggung.

"Penyebab meninggalnya Mf akibat dibacok oleh sejata tajam jenis tombak bemata pisau dua (gripper) yang menancap langsung ke paru-paru," ucap Rizka.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti satu celurit, satu gripper, dan golok yang dipakai para pelaku untuk menghabisi nyawa korban saat terjadi aksi tawuran pelajar.

"Pelaku terancam Undang-undang Perlindungan Anak, ancaman hukuman 12 tahun penjara," ucap Rizka. (*)

Baca juga: SOSOK Arteria Dahlan, Pernah Anggap Emil Salim Sesat dan Lontarkan Umpatan kepada Kemenag

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved