Breaking News:

Keberatan Kenaikan UMK Hanya 1,02 Persen, SPSI Kota Tasik Akan Datangi Wali Kota

Keberatan dengan kenaikan UMK hanya sebesar 1,02 persen, jajaran pengurus SPSI Kota Tasikmalaya berencana menemui Wali Kota Tasikmalaya

Tribun Jabar/ Firman Suryaman
Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Tasikmalaya, Ifar Al-Gifari, saat ditemui di Bale Kota, Senin (22/11). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Merasa keberatan dengan kenaikan upah minimum kota (UMK) hanya sebesar 1,02 persen, jajaran pengurus SPSI Kota Tasikmalaya berencana menemui Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf, Selasa (23/11/2021) siang ini.

"Dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota kami sudah bertemu. Tapi kan tetap yang punya kebijakan Wali Kota," kata Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Tasikmalaya, Ifar Al-Gifari, di Bale Kota, Senin (22/11/2021).

Jika melihat kondisi harga belanja untuk kebutuhan dasar saja di Kota Tasikmalaya, menurut Ifar, kenaikan UMK ideal sekitar 6 persen.

Baca juga: Buruh Karawang Minta Bupati Cellica Keluarkan Diskresi soal Kenaikan Upah

"Atau menjadi Rp 2,5 juta per bulan. Saat ini kan UMK Kota Tasikmalaya hanya Rp 2,3 juta. Naik Rp 200 ribu menurut saya wajar," ujar Ifar.

Sedangkan jika menghitung kenaikan 1,02 persen berarti hanya ada kenaikan sekitar Rp 23.460. "Ini tidak masuk akal," kata Ifar.

Dalam dialog nanti dengan Wali Kota, Ifar mengharapkan adanya kenaikan yang lebih rasional dan manusiawi.

"Kami sangat mengerti kondisi perekonomian saat ini termasuk bagi kalangan pengusaha. Tapi nasib kami pun seyogyanya mendapat perhatian juga," ujar Ifar.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved