Breaking News:

Kajati Jabar Kunjungi PWI, Ingatkan Bawahan Agar Tak Takut kepada Wartawan

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Asep Nana Mulyana, berharap pihaknya tak menakuti wartawan.

Editor: Giri
Ketua PWI Jabar, Hilman Hidayat (kiri), saat menyambut rombongan Kajati Jabar di Kantor PWI Jabar, Senin (22/11/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Asep Nana Mulyana, berharap pihaknya tak menakuti wartawan.

"Kalau ada wartawan datang ke kantor kita dan bertanya sesuatu yang memang tupoksi kita, hadapi. Jelaskan apa adanya. Wartawan bukan untuk ditakuti atau dijauhi tapi ajaklah berdiskusi," kata Asep Nana Mulyana saat bersilaturahmi dengan jajaran pengurus PWI Jabar di Kantor PWI Jabar, Jalan Wartawan 2 Nomor 23, Kota Bandung, Senin (22/11/2021), dalam rilis yang diterima.

Menurutnya, masih banyak pihak yang merasa "takut" atau terintimidasi saat didatangi wartawan.

Namun, sejatinya, apabila memang tujuan kedatangan wartawan itu benar dan pihak yang didatangi tak punya kesalahan, ketakutan itu seharusnya tak perlu terjadi.

Kemarin, Kajati hadir dengan didampingi sejumlah pejabat utama Wakajati Sungarpin, Asintel Sugeng Hariadi, Asdatun Wahyudi, Asbin Benny Darmawan, Kajari Kota Bandung M Iwa Suwia Pribawa, Kajari Kabupaten Bandung Sunarko, serta Kasi Penkum Dodi Gazali Emil.

Rombongan diterima Ketua PWI Jabar, Hilman Hidayat, dan para pengurus harian.

Asep menuturkan, apabila ada wartawan yang datang ke kantor kejaksaan untuk bertanya perkembangan kasus, setiap kajari harus terbuka untuk menjelaskannya.

"Jelaskan saja perkembangan kasus yang sedang diselidiki dan berikan pengertian bahwa kasus A masih berjalan. Apabila memang ada hal-hal yang harus ditunda sementara publikasinya karena untuk mencegah pelaku kabur atau menghilangkan barang bukti, sampaikan. Saya yakin, dengan keterbukaan itu teman-teman wartawan akan sangat mengerti karena itu terkait proses penyidikan. Kalau tidak dijelaskan, malah nanti ada pemikiran yang tidak-tidak dari media atau publik," ujar pria asal Tasikmalaya ini.

Oleh karena itu, Asep tidak mau mendengar ada berita seorang kajari di Jabar yang kabur dari pintu belakang untuk menghindari pertanyaan para wartawan.

"Kalau ada kajari saya yang sulit diakses dan tertutup, laporkan ke saya atau Asintel saya. Kami sangat terbuka," kata Guru Besar Luar Biasa di Undip dan Unpad tersebut.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved