Breaking News:

UMK 2022

Aspirasi Buruh Soal UMK 2022 Siap Diteruskan, Kadisnaker Tasik: Daerah Kami Masih Untung Bisa Naik

Kadisnaker Kota Tasikmalaya, Rahmat Mahmuda, membenarkan kenaikan UMK 2022 Kota Tasikmalaya hanya 1,02 persen dan itu merupakan penghitungan ideal

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Darajat Arianto
TRIBUN JABAR
ILUSTRASI Serikat Pekerja Seluruh Indonesia 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya, Rahmat Mahmuda, membenarkan kenaikan UMK tahun 2022 untuk Kota Tasikmalaya hanya 1,02 persen.

"Iya betul hanya sebesar 1,02 persen. Itu sudah merupakan hasil penghitungan yang ideal," kata Rahmat, di Bale Kota, Selasa (23/11).

Rahmat mengemukakan hal itu menanggapi keberatan kenaikan UMK 1,02 persen dari pihak Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI)

Pihak SPSI Kota Tasikmalaya sendiri memiliki penghitungan, kenaikan layak UMK 2022 adalah 6 persen. 

Rencananya Selasa siang ini jajaran SPSI Kota Tasikmalaya akan melakukan dialog dengan Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf.

Rahmat mengungkapkan, formula penetapan UMK 2022 berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

"Penetapan UMK saat ini dihitung berdasarkan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kemudian dikalkulasikan dengan rata-rata konsumsi rumah tangga," ujar Rahmat.

Setelah dihitung-hitung, besaran UMK Kota Tasikmalaya 2022 naik sebesar 1,02 persen.

"Daerah kami masih untung bisa naik. Daerah lain malah tidak termasuk Kabupaten Tasikmalaya lain," kata dia. 

Ia menambahkan, formula penentuan UMK saat ini sebenarnya sudah baik, karena ada batas atas dan bawah sehingga tak ada kesenjangan besaran UMK.

"Kalau pun ada serikat buruh yang tak puas, akan kami tampung aspirasinya untuk disampaikan ke pemerintah pusat," ujar Rahmat. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved