Breaking News:

26 Ribu Siswa SMK di Jabar Bakal Ikuti Pelatihan Kurikulum Digital, Disiapkan untuk Hal Ini

Provinsi Jawa Barat serius menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi kemajuan teknologi 4.0, terutama di bidang ekonomi digital. 

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi, disaksikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dan Direktur Eksekutif Shopee Indonesia, Christin Djuarto, menandatangani MoU kurikulum ekonomi digital untuk SMK, di Kampus Shopee, Jalan BKR, Kota Bandung, Selasa (23/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Provinsi Jawa Barat serius menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi kemajuan teknologi 4.0, terutama di bidang ekonomi digital

Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat pun sudah melakukan sosialisasi dan penyusunan kurikulum ekonomi digital untuk diterapkan di sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri sejak Juni 2021. 

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi, mengatakan, ada 2.952 SMK di Jawa Barat dan 206 di antaranya merupakan SMK negeri yang sudah melakukan sosialisasi dan penyusunan kurikulum bekerja sama dengan e-commers Shopee

"Jadi, kurikulum itu sudah dilakukan (sosialisasi) dari Juni sampai September dan Shopee juga sudah melakukan pelatihan dengan bapak ibu gurunya sebanyak 406 orang. Hari ini penandatanganan MoU untuk pelatihan terhadap siswanya," ujar Dedi saat peluncuran program pengembangan bisnis digital untuk SMK di Kampus Shopee, Jalan BKR, Kota Bandung, Selasa (23/11/2021). 

Di saat gurunya mendapatkan pelatihan, kata dia, dibuka juga akses bagi siswa yang ingin mendaftar untuk mengikuti pelatihan kurikulum digital Shopee yang telah disusun. 

"Dari target 20 ribu, sampai hari ini sudah 26 ribuan yang mendaftar. Di posisi yang lain kami dari Juni pun juga punya inovasi sekolah pencetak wirausaha," katanya. 

Selama ini, kata dia, SMK selalu dikaitkan dengan industri, sehingga lebih banyak mendidik menjadi karyawan. 

"Makanya dari Juni, kami juga program sekolah pencetak wirausaha digital ujungnya sama untuk ekonomi digital juga," ucapnya. 

Dedi mengatakan, kerja sama ini bakal terus diperbanyak untuk menyasar SMK swasta. 

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyatakan, Jawa Barat merupakan daerah paling siap menghadapi ekonomi digital

"Jawa Barat itu tertinggi toko-tokonya yang gabung di online. Ada 2,8 juta," ujar Emil. 

Saat ini, kata dia, sudah ada 206 sekolah SMK negeri di Jabar yang menggunakan kurikulum berbasis ekonomi digital.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi digital

"Dua ratus enam sekolah SMK akan menggunakan kurikulum Shopee supaya lulusannya bisa diserap langsung oleh e-commerce menandakan kami sudah bergeser kurikulumnya yang tadinya biasa menjadi sangat luar biasa, merespons 4.0," katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved