Breaking News:

Dokter Unjani Ingatkan 1000 Hari Kehidupan Pertama Anak itu Penting, Cegah Penyakit Bahaya Ini

1000 hari pertama kehidupan bayi menentukan masa tumbuh kembang untuk bentuk anak sehat dan cegah stunting. Hal itu dibahas di webinar FK Unjani

Penulis: Cipta Permana | Editor: Mega Nugraha
Tribun Lampung.
Ilustrasi stunting pada anak atau balita. 

Laporan wartawan TribunJabar.idz Cipta Permana.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tim pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran Unjani gelar webinar bertajuk 
Tumbuh Kembang Anak dan Aplikasi Software E-Logbook pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

Ketua pelaksana kegiatan Pengmas FK Unjani, dr. Desy Linasari mengatakan, periode 1000 hari pertama kehidupan terdiri dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari kehidupan pertama sejak bayi dilahirkan.

Momen itu juga periode emas yang menentukan masa tumbuh kembang untuk membentuk anak yang sehat dan pintar. 

Baca juga: Valencya Diancam Pengusaha Teman Suami, Ibu di Karawang Diproses Hukum Marahi Suami Mabuk-mabukan

Tidak terpenuhinya asupan nutrisi dan gizi, serta kesalahan pengasuhan pada masa 1000 HPK berdampak buruk dan permanen terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak di kemudian hari.

"Dan dapat menganggu kesejahteraan anak di masa depan yaitu, Stunting," kata Desy Linasari dalam webinar Unjani yang digelar pada Senin (22/11/2021).

Menurutnya, kasus stunting pada saat pandemi Covid-19 ini merupakan fenomena gunung es yang mungkin tiba-tiba muncul ke permukaan karena banyak anak kurang terpantau tumbuh kembangnya.

"Itu karena selama masa pandemi, ibu khawatir akan tertular virus corona," ujarnya melalui webinar, Senin (22/11/2021).

Baca juga: Massa Buruh di KBB Sweeping Gedor Pabrik, Blokade Jalan Padalarang: Naikan Upah hingga 10 Persen

Webinar ini jadi salah satu kontribusi FK Unjani dalam memantau tumbuh kembang anak sebagai upaya menurunkan angka kejadian stunting dalam masa pandemi Covid-19

Dalam webinar ini selain untuk meningkatkan pengetahuan tentang tumbuh kembang anak, juga diluncurkan software e-logbook yang mencakup data kesehatan ibu hamil dan kesehatan anak. 

"Data kesehatan anak meliputi tumbuh kembang anak yang digunakan untuk memantau tumbuh kembang anak setiap bulan sehingga dalam masa pandemi ini sehingga tumbuh kembang anak terpantau,” ucapnya. 

Dekan FK Unjani, Sutrisno menuturkan, dampak pandemi yang paling besar adalah dampak ekonomi yang mempengaruhi terhadap ekonomi keluarga.

"Pemenuhan gizi keluarga berkurang dan pemenuhan nutrisi tidak dapat dicapai secara maksimal dan imbasnya kenaikan angka stunting," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Pratiwi menyebut angka stunting di Kota Cimahi masih sekitar 9-10 persen, dan stunting ini merupakan masalah nasional dan termasuk misi kelima dari RENSTRA Kota Cimahi

“Dengan adanya software ini sangat membantu sekali dinas kesehatan dan pengembangannya diharapkan bisa dipakai oleh para kader dalam pencatatan dan pelaporan tumbuh kembang anak, yang tentunya dilakukan pelatihan terlebih dahulu dan upaya ini bisa menurunkan angka stunting di Kota Cimahi,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved