Breaking News:

Buruh KBB Minta Hengky Kurniawan Bikin Keputusan Berbeda, Kepung Kantor Bupati

Ribuan buruh di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengepung kantor bupati saat melakukan aksi unjuk rasa, Senin (22/11/2021).

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Buruh di Bandung Barat saat mengepung kantor bupati untuk meminta kenaikan upah, Senin (22/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Ribuan buruh di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengepung kantor bupati saat melakukan aksi unjuk rasa, Senin (22/11/2021). Mereka menuntut kenaikan upah minimun kota/kabupaten (UMK) tahun 2022.

Pantauan Tribun Jabar, sebelumnya ribuan buruh ini melakukan aksi long march dari Batujajar sambil melakukan sweeping ke setiap perusahaan hingga akhirnya mereka melakukan orasi di depan Kantor Bupati Bandung Barat.

Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Barat, Dede Rahmat, mengatakan, kedatangan kaum buruh ke kantor bupati ini untuk menuntut Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan.

"Upah yang berlaku saat ini sebesar Rp 3,2 juta tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok buruh. Ditambah lagi dengan keperluan alat kesehatan sebagai penunjang kerja buruh yang meningkat selama pandemi Covid-19," ujar Dede dalam orasinya.

Atas hal tersebut, pihaknya meminta Plt Bupati Bandung Barat untuk menaikkan UMK sebesar 10 persen demi kesejahteraan kaum buruh, mengingat harga kebutuhan pokok terus meningkat. 

"Plt Bupati berpihak pada kami, minta keberaniannya untuk menaikkan upah. Bahwa di KBB ini kami kaum buruh selalu mendukung kebijakan pemerintah," katanya. 

Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan, mengatakan, pihaknya akan berupaya menaikkan upah minimun dengan mempertimbangkan kemungkinan adanya celah Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2021 tentang pengupahan. 

"Apabila ada celah dan ada ruang akan rekomendasikan ke provinsi, langsung ke Pak Gubernur," ucap Hengky.

Namun apabila kemungkinan terburuk upah minimun tidak naik, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk meringankan beban buruh di Bandung Barat, dengan menyiapkan angkutan antar-jemput bagi buruh. 

"Pemerintah Bandung Barat telah menyiapkan langkah strategis menyiapkan mobil antar-jemput untuk teman-teman buruh sehingga bisa mengurangi pengeluaran," katanya

Kemudian, Hengky mengaku telah menginstruksikan aparatur sipil negara (ASN) untuk membeli produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta hasil pertanian dan peternakan warga Bandung Barat. 

"Ada perputaran uang kurang lebih Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 miliar dal satu bulan. Buruh bisa manfaatkan peluang ini untuk menambah pendapatan," ujar Hengky. (*)

Baca juga: Ibu Anggota Komisi III DPR RI Dimaki-maki di Bandara, Arteria Dahlan Memilih Lakukan Hal Ini

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved