Breaking News:

Buruh Karawang Minta Bupati Cellica Keluarkan Diskresi soal Kenaikan Upah

"Kalau tidak dikeluarkan diskresi. Maka kenaikan upah hanya satu sekian persen," kata Ketua Serikat Pekerja Indonesia (SPSI) Karawang Ferry Nuzarli 

Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
ILUSTRASI Para buruh saat melakukan aksi unjuk rasa meminta kenaikan upah 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNJABAR.ID,KARAWANG- Buruh di Karawang meminta Bupati Cellica Nurrachadiana untuk mengeluarkan diskresi soal kenaikan upah. Buruh meminta kenaikan upah sebesar 8 hingga 10 persen.

"Kalau tidak dikeluarkan diskresi. Maka kenaikan upah hanya satu sekian persen," kata Ketua Serikat Pekerja Indonesia (SPSI) Karawang Ferry Nuzarli  saat dihubungi, Senin (22/11/2021).

Fery menyebutkan, sekitar 100 ribu buruh se-Jawa Barat akan turun untuk mengawal soal tuntutan kenaikan upah 23-30 Jawa Barat.

Ia mengatakan, perhitungan upah menggunakan dasar PP Nomor 36 tahun 2021 maka nyaris tidak ada kenaikan upah.

Untuk itu, buruh juga bakal menuntut dicabutnya undang-undang Cipta Kerja dan peraturan pemerintah yang merupakan turunan dari undang-undang tersebut.

Baca juga: Sempat Ada Saling Dorong, Ribuan Buruh Tuntut Kenaikan Upah Akhirnya Ditemui Wakil Bupati Majalengka

Besok Pemkab Karawang, buruh dan pihak terkait akan melakukan rapat penentuan upah tahun 2022.

Bidang Hubungan Industrial dan Syarat Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang Suratno mengatakan, kenaikan upah akan disesuaikan dengan aturan.

"Kita lihat besok, karena kenaikannya itu besok. Jadi ada sesuai dengan formulasinya," katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved