Breaking News:

Flyover Padalarang yang Habiskan Duit Rp 100 Miliar Akan Segera Beroperasi, Ini Tanggal Peresmiannya

Flyover Padalarang akan segera diresmikan. Flyover ini biaya pembangunannya Rp 100 miliar.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Kondisi arus lalu lintas di sekitar Flyover Padalarang, Minggu (21/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Flyover Padalarang, yang membentang dari pintu Tol Padalarang hingga ke kawasan Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam waktu dekat ini sudah bisa digunakan karena pembangunannya sudah rampung.

Bahkan untuk saat ini Dinas Perhubungan (Dishub) KBB sudah menyiapkan skema rekayasa arus lalu lintas untuk persiapan persemian flyover tersebut yang rencananya akan dilaksanakan pada pekan depan.

"Kami sudah siapkan rencana rekayasa lalu lintas pada saat peresmian nanti. Termasuk alur kendaraan ketika flyover tersebut dipergunakan untuk umum," ujar Kepala Dinas Perhubungan KBB, Lukmanul Hakim, Minggu (21/11/2021).

Selain itu, pihaknya juga akan segera memasang sarana penunjang, seperti rambu-rambu lalu lintas, PJU, petunjuk arah, termasuk traffic light yang saat ini sedang dikaji apakah perlu ditambah atau cukup dengan yang ada saat ini.

Lukmanul mengatakan, jika tidak ada perubahan pada Jumat, 26 November 2021 nanti, flyover ini akan segera diresmikan sebagai tanda bahwa pembangunan flyover sepanjang 340 meter yang menghabiskan anggaran Rp 100 miliar dari CSR tersebut sudah bisa digunakan.

"Kita lihat nanti kondisinya seperti apa setelah diresmikan. Karena tidak sekonyong-konyong beroperasi, tapi harus disiapkan alur kendaraan dan sarana pendukung lainnya," kata Lukmanul.

Terkait hal tersebut, pihaknya telah berkomunikasi dengan beberapa instansi yang tergabung dalam forum lalu lintas (lalin) untuk merumuskan rencana beroprasinya flyover Padalarang

Beberapa instansi tersebut di antaranya, Polda Jabar, Polres Cimahi, Badan Pengelolaan Transportasi Darat Jabar, dan Satuan Kerja Pengelola Jalan Nasional Jabar dan DKI. 

Selain itu, kata Lukmanul, pihak PT WIKA sebagai pelaksana pembangunan dan Bela Putera Intiland selaku pengembang Kota Baru Parahyangan juga turut dilibatkan.

"Nantinya akan ada dua opsi rekayasa lalu lintas yang diterapkan. Itu semua akan coba terapkan, pola seperti apa yang cocok untuk diterapkan nanti agar tidak terjadi kemacetan," ucapnya.

Baca juga: Stasiun Padalarang Akan Menjadi Stasiun Hub Kereta Cepat, Disediakan KA Feeder ke Stasiun Bandung

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved