Breaking News:

Cuaca Ekstrem Picu Kenaikan Harga Sayur Mayur di Bandung Barat, Ini Komoditas yang Harganya Naik

Harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar tradisional yang ada di Kabupaten Bandung Barat mengalami kenaikan diduga akibat faktor cuaca ekstrem

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar
Pedagang sayur mayur di Pasar Panorama Lembang, Kecamatan Lembang, KBB. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di pasar tradisional yang ada di Kabupaten Bandung Barat (KBB), seperti cabai keriting dan cabai tanjung saat ini sudah kembali mengalami kenaikan.

Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) KBB, harga cabai keriting menyentuh angka Rp 50 ribu per kilogram, dan cabai tanjung Rp 55-60 ribu per kilogram. Sedangkan harga normalnya hanya Rp 30 ribu per kilogram.

Kepala Disperindag KBB, Ricky Riyadi mengatakan, kenaikan harga tersebut berdasarkan hasil pengamatan di 7 tiga pasar yaitu Pasar Tagog Padalarang, Pasar Curug Agung, Pasar Cisarua, Pasar Panorama Lembang, Pasar Cililin, Pasar Batujajar dan Pasar Sindangkerta. 

"Penyebab kenaikan harga komoditas cabai ini, diduga akibat faktor cuaca ekstrem yang terus melanda wilayah Indonesia sejak sepekan terakhir," ujarnya saat dihubungi, Minggu (21/11/2021).

Menurutnya, faktor cuaca ektrem ini tentunya mempengaruhi hasil panen para petani di beberapa daerah, termasuk hasil panen petani di daerah Bandung Barat.

Untuk wilayah Bandung Barat, pihaknya sudah memberikan rekomendasi kepada Dinas Pertanian agar hasil panen tidak dijual dulu ke luar daerah, tetapi harus fokus diedarkan di KBB, agar stok cabai tersebut tetap terjaga. 

"Harga cabai ini berkaitan dengan musim hujan, sehingga pasokan cabai banyak mengurang. Kita sudah rekomendasi ke dinas pertanian agar hasil penen kita jangan dulu dikirim dulu ke luar daerah," kata Ricky.

Baca juga: Harga Minyak Goreng di Bandung Barat Meroket, Pedagang Sembako Kurangi Stok Akibat Sulit Menjual

Ia mengatakan, kondisi kenaikan komoditi cabai tersebut telah dilaporkan langsung ke Pemprov Jabar, karena kewenangan pemerintah daerah hanya memantau harga serta ketersediaan stok.

"Perlu dipahami dulu berkaitan dengan harga di pasaran, kita hanya sebatas memonitor harga dan melihat stok. Selanjutnya Kami hanya melaporkan kepada provinsi," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved