Breaking News:

Ikatan Saudagar Muslim Indonesia Bahas Strategi Indonesia Lepas dari Ketergantungan Impor Pangan

Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) akan Rakornas ISMI ke-4 di Bandung, 10-12 Desember 2021 bahas teknologi pangan

Penulis: Cipta Permana | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Cipta Permana.
Sekjen MPP ISMI, Juliana Wahid (kanan) bersama Ketua ISMI Jabar, Rudy Rakyan jelaskan tekait kegiatan Rakornas ISMI ke-4 dan pembentukan teknologi inovasi pangan yang akan digelar pada pertengahan Desember mendatang, saat ditemui di di Hotel Marbella Bandung, Sabtu (20/11/2021) / 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) akan Rakornas ISMI ke-4 di Bandung, 10-12 Desember 2021.

Rakornas ISMI juga sekaligus Silaturahmi Bisnis ke-13 di Hotel Marbella Bandung, 10-12 Desember mendatang.

Sekjen MPP ISMI, Juliana Wahid mengatakan, di rakornas itu akan membahas pembentukan teknologi inovasi pangan.

Baca juga: Ngantuk Setelah Minum Obat, Sopir Sedan Seruduk Rumah Warga di Pangandaran

"Minimnya ketersediaan dan kemampuan mengolah sumber daya pangan menyebabkan kita ketergantungan terhadap impor  pangan," kata Juliana Wahid, di Bandung, Sabtu (20/11/2021).

Riset Kementerian Perdagangan impor pangan mencapai hampir Rp. 700 triliun. Padahal seharusnya pengolahan itu bisa kita lakukan sendiri.

"Apalagi sumber daya kita sangat melimpah dan kita memiliki teknologi tersebut," ujarnya.

Juliana menuturkan, kondisi ketergantungan pada impor pangan mengorbankan nasib para petani lokal.

Dimana setiap kali memasuki musim panen, para petani lokal kerap mengalami kerugian, akibat harga jual yang anjlok.

Baca juga: Cerita Merpati Harga Miliaran, Jaguar Dijual Rp 1,5 M, Rampok Rp 2 M, Pemilik Sempat Tak Bisa Tidur

"Sering kita dengar petani buah dan sayuran membuang hasil panennya ke selokan atau dibiarkan busuk di pohonnya karena kecewa harga jual produksi mereka anjlok di saat panen. Padahal masa panen, seharusnya menjadi momentum bagi petani untuk dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya," ucapnya.

Menurutnya, banyak anggota ISMI punya kemampuan di bidang produksi, pengelolaan, hingga pemasaran dari sumber daya pangan tersebut.

Baca juga: Kisah Warga Majalengka Tak Bisa Disambar Petir Setelah Ucapkan Mantra Sakti Warisan Leluhur

"Melalui sinergi antara ISMI, petani, dan pelaku industri akan jadirangkaian alur dari hulu ke hilir yang tidak terpisahkan. Dengan demikian, kita bukan hanya dapat menekan ketergantungan impor, namun bangsa kita harus mampu menjadi negara eksportir dari seluruh sumber daya pangan yang kita miliki," katanya.

Ketua ISMI Jabar, Rudy Rakyan mengatakan rakornas selain akan diikuti oleh sekitar 300 pengusaha dan saudagar dari berbagai daerah di 26 provinsi se- Indonesia, juga menghadirkan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla sebagai pembicara utama dalam kegiatan tersebut

"Dalam kesempatan ini, kita berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan daerah. Harapannya membantu perputaran roda perekonomian di sekitarnya, seperti kuliner atau perhotelan, sehingga ada kontribusi positif yang dapat dirasakan bagi masyarakat," katanya (Cipta Permana).

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved