Breaking News:

Wisata ke Curug Cibeureum Atau Berkemah di Kaki Gunung Gede Pangrango Harus Siapkan Aplikasi Ini

Selain pendakian, kawasan wisata alam seperti Curug Cibeureum dan wisata berkemah Mandalawangi Cianjur sudah dibuka oleh Balai Besar TNGGP.

Humas TNGGP
Poster pendakian Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) kembali dibuka. 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Selain jalur pendakian, kawasan wisata alam seperti Curug Cibeureum dan wisata berkemah Mandalawangi juga sudah dibuka oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni, mengatakan pengunjung juga harus sudah terkoneksi permasalahan kesehatannya dengan aplikasi Pedulilindungi.

"Surat edaran yang kami terima seperti itu, pengunjung wana wisata dan berkemah juga harus terkoneksi dengan aplikasi Pedulilindungi," ujar Agus Jumat (19/11/2021) melalui sambungan telepon.

Diberitakan sebelumnya, setelah ditutup selama hampir sebulan lebih, jalur pendakian TNGGP kembali dibuka.

Pembukaan dilakukan merunut pada peraturan PPKM Cianjur yang saat ini turun lagi ke PPKM level 2. Namun kapasitas pendaki dibatasi hanya 25 persen saja.

Pembukaan pendakian tersebut didasarkan pada Surat Edaran (SE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 1671/BBTNGGP/Tek.2/11/2021 tentang kegiatan wisata alam di ODTWA bidang PTN wilayah 1 Cianjur.

Ia mengatakan, sebenarnya jalur pendakian sudah dibuka untuk umum pada Rabu (17/11/2021), dengan syarat setiap pengunjung harus menjalani vaksin minimal dosis pertama, atau membawa hasil swab tes antigen H-1 atau swab test PCR H-2.

"Sudah kembali dibuka pekan ini dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Pendaki wajib menunjukan hasil swab test atau surat keterangan sudah divaksin," ujar Agus.

Menurutnya pembatasan pendakian untuk mencegah terjadinya kerumunan.

"Kuota normal itu sekitar 1.200 pendakian, dengan dibagi 3 jalur pendakian. Tapi saat ini kami batasi hanya 25 persennya atau 300 orang per hari," katanya.

Namun dia mengungkapkan, pihaknya tidak menutup kemungkinan penutupan akan dilakukan kembali jika status Cianjur kembali ke PPKM level 3.

"Kalau levelnya naik otomotis akan penutupan lagi," katanya.

Sebelumnya Agus Deni, mengatakan bahwa jalur pendakian ke Gunung Gede Pangrango sudah mulai diberlakukan penutupan per tanggal 6 Oktober. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved