Selasa, 28 April 2026

Longsor di Bandung Barat

Longsor di Tiga Titik Bandung Barat, Dua Ruas Jalan Lumpuh, di Ngamprah dan Cisarua

Dua ruas jalan di Bandung Barat terputus karena longsor yang terjadi siang dan sore tadi.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Istimewa/BPBD KBB
Longsor yang terjadi di Cisarua, KBB, Jumat (19/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Bencana tanah longsor menerjang tiga titik wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) setelah turun hujan deras dengan intensitas yang tinggi, pada Jumat (19/11/2021) sore.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, lokasi longsor tebing yang pertama terjadi di Kampung Babakan Nyampai, RT 2/2, Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, KBB.

"Akibatnya longsor ini menyebabkan jalan desa sepanjang 20 meter tertutup longsoran dengan ketebalan 3 meter. Selain itu satu rumah di lokasi masih terancam," ujar Kepala Seksi Kedaruratan BPBD KBB, Amas saat dihubungi, Jumat (19/11/2021).

Amas mengatakan bencana tersebut dipicu akibat hujan terus menerus sejak siang hingga sore hari.

Akibatnya, jalan desa dari Cipada Cisarua menuju Cipada Cikalongwetan tertutup material longsor.

"Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," katanya.

Bencana longsor kedua, kata Amas, terjadi di Kampung Paratag RT 1/2, Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, hingga menyebabkan material longsor menutup teras depan rumah milik seorang warga bernama Agus Tya (45). 

"Kejadiannya pukul jam 13.00 WIB, sama karena hujan terus menerus sejak siang. Mengakibatkan tebing dengan panjang 4 meter, tinggi 3 meter longsor. Tanah masuk ke rumah," ucap Amas.

Sementara kejadian longsor ketiga terjadi di Kampung Cikawati, RT 4/3, Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah, sekitar pukul 14.40 WIB.

Longsor ini terjadi tepat di bahu jalan desa sepanjang 20 meter dan tinggi 25 meter. 

Akibat kejadian ini, kata dia, ruas jalan desa untuk sementara ini tidak bisa dilalui kendaraan, sehingga petugas dibantu warga setempat harus gotong royong membersihkan material longsor.

"Jalan desa ini tidak bisa dilalui. Hampir 90 persen badan jalan retak terbawa longsor ke bawah," katanya.

Dengan adanya kejadian ini, pihaknya mengimbau warga harus tetap waspada terhadap potensi bencana longsor, banjir, dan angin kencang, karena merujuk prediksi BMKG musim hujan masih berlangsung hingga akhir Januari 2022 mendatang.

"Apalagi jika kondisi di luar sudah hujan intensitas tinggi dengan waktu yang lama. Warga harus siaga 24 jam," ujar Amas.

Baca juga: Hujan Deras di Cisarua KBB, Tebing Longsor Timbun Sepeda Motor

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved