Breaking News:

Dunia Digital Makin Pesat, Butuh Regulasi Ketat untuk Antiipasi Kejahatan, Tak Cukup Dengan UU ITE

Ketua ATSDI mengatakan, butuh regulasi yang ketat dari pemerintah untuk membentengi dari faktor-faktor negatif dan tak cukup hanya dengan UU ITE

TRIBUNJABAR.ID/LUTFI AHMAD MAULUDIN
Ketua Umum Asosisasi Televisi Siaran Digital Indonesia (ATSDI), Eris Munandar 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR ID, BANDUNG - Perkembangan teknologi informasi kini sangat pesat, dengan adanya dunia digital yang memudahkan orang dalam segala hal, namun di Indonesia belum ada regulasinya.

Ketua Umum Asosisasi Televisi Siaran Digital Indonesia (ATSDI), Eris Munandar, mengungkapkan, kini kehidupan berada di ruang digital tanpa batas.

"Karena itu butuh sebuah literasi yang masif dilakukan oleh pemerintah, untuk membentengi dari faktor-faktor negatif ketika masyarakat beraktivitas di ruang digital," ujar Eris, di sela acara Konsolidasi Komunikasi Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA), di Hotel Sunshine, Soreang Kabupaten Bandung, Jumat (19/11/2021).

Eris mengatakan, dengan demikian kejahatan, pelecehan seksual, dan hal negatif lain, itu bisa diantisipasi. 

"Jadi butuh regulasi yang sangat ketat dari pemerintah, ketika berada di ruang digital," kata Eris.

Eris berharap, pemerintah pusat bisa memperhatikan hal tersebut karena ketika berada di ruang digital di Indonesia belum ada regulasinya.

"Hanya sekadar takedown- takedown saja. Belum ada yang bisa menyelesaikan, dari sumber masalahnya," ucap dia.

Maka kata Eris, pihaknya berharap agar pemerintah bisa mengatur aktivitas ruang digital, terutama di media sosial dengan aturan yang lebih jelas dan spesifik. Menurutnya tak cukup hanya dengan UU ITE

"Saya pikir UU ITE, hubungannya langsung ke aparat, kita juga kan gak mau konten kreator main dijeblos- jebloskan saja. Tapi kalau yang bagus, kan ada konfirmasi dulu, dan segala macamnya, UU ITE kan langsung tanpa konfirmasi dulu," kata Eris.

Menurut Eris, pemerintah bisa mengawasi jutaan akun yang ada di ruang dgital.

"Saya pikir bisa ko, negara-negara lain juga bisa. Bisa memisahkan mana media penyiaran dengan media lainnya, bisa ko diawasi," ujarnya.

Saat ditanya, pa yang harus dilakukan sekarang, agar bisa melindungi anak di era digital ini, kata Eris, yang pasti literasi digital harus dilakukan oleh pemerintah hari ini. 

"Bagaimana memberikan pengetahuan, pemahaman untuk memanfaatkan ruang digital ini dengan baik," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved