Breaking News:

Ratusan Pekerja Tuntut Kenaikan Upah, Bupati Garut Akan Temui Buruh Besok

Unjuk rasa yang digelar sejak pagi hingga sore itu menuntut pemerintah menaikan upah minimun kabupaten (UMK).

Tribun Jabar/ Sidqi Al Ghifari
Ratusan buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Garut, Kamis (18/11/2021). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Ratusan buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Garut, Kamis (18/11/2021).

Unjuk rasa yang digelar sejak pagi hingga sore itu menuntut pemerintah menaikan upah minimum kabupaten (UMK).

Ketua KASBI Garut Gugun Gunadi mengatakan, naiknya angka kebutuhan hidup di Kabupaten Garut menjadi pertimbangan pihaknya untuk meminta Pemkab Garut menaikan UMK.

Baca juga: Buruh di KBB Rela Kehilangan Upah Rp 500 Ribu, Akan Tetap Mogok Massal Selama Empat Hari

"Saat ini angka upah Rp 1.961.000, berdasarkan hasil perhitungan terhadap kebutuhan hidup layak buruh sesuai undang-undang no 13 Tahun 2003, maka kenaikan UMK Garut sudah selayaknya di atas Rp 2 juta," ujarnya saat diwawancarai awak media.

Bahkan menurutnya jika menggunakan Peraturan Pemerintah no 78 Tahun 2015, kenaikan upah minimum adalah sekitar 6 persen per tahun.

Gugun menjelaskan saat ini penentuan UMK di Kabupaten Garut dicampuri urusan politik yang menyebabkan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan hidup di Garut terabaikan.

"Angka Rp 2 ,25 juta itu atas dasar perhitungan riil tanpa politisasi, maka kami menuntut kepada kepala daerah untuk memperhatikan nasib kaum buruh," ucapnya.

Baca juga: Ribuan Buruh Gerebeg Kantor Disnakertrans Subang, Tuntut Kenaikan Upah 15 Persen di Tahun 2022

Aksi unjuk rasa ratusan buruh tersebut berakhir tanpa berkomunikasi secara langsung dengan bupati Garut sebagaimana yang buruh tuntut untuk bisa langsung melakukan audiensi bersama bupati.

Kabid Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Disnaker Garut, Ricky Darajat mengatakan saat ini bupati Garut sedang berada di luar kota sehingga perwakilan buruh akan diundang untuk berbincang langsung dengan bupati besok.

"Besok perwakilan dari buruh akan diundang untuk langsung bertemu dengan Bupati, sudah dijadwalkan. Karena bupati saat ini sedang ada di luar kota," ucapnya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved