Breaking News:

Menjelang Rapat Pleno Penetapan UMK Cianjur, SPN Belum Terima Sikap Pemkab, Akan Demo Tiga Hari

Sampai saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur belum menyatakan sikap apakah mereka lebih mau mensejahterakan buruh atau investor

Dokumentasi SPN Kabupate Cianjur
Serikat Pekerja Nasional alias SPN Cianjur saat ikut berunjuk rasa ke Gedung Sate Bandung, Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR- Menjelang rapat pleno penetapan upah minimum kabupaten (UMK) di Cianjur, Serikat Pekerja Nasional ( SPN ) menilai pemerintah belum menyatakan sikap, mau mensejahterakan buruh atau berpihak kepada investor.

Rencananya, pleno penetapan UMK Cianjur digelar pada 23 November mendatang.

Ketua SPN Kabupaten Cianjur, Hendra Malik, mengatakan SPN sudah menyusun tahapan menjelang penetapan UMK.

"Sampai saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur belum menyatakan sikap apakah mereka lebih mau mensejahterakan buruh sebagai masyarakat Kabupaten Cianjur atau lebih berpihak kepada para investor," ujar Hendra di kantor SPN Cianjur, Kamis (18/11/2021) siang.

Hendra mengatakan SPN tetap menolak penerapan PP 36 untuk penetapan UMK Cianjur. Pasalnya jika PP 36 diterapkan maka tidak akan ada kenaikan UMK di Cianjur pada tahun ini alias nol persen.

Baca juga: UMK Majalengka Tahun Depan Hanya Naik Rp 18.000, Jika Mengacu PP 36

"Kemarin sesuai surat undangan itu pertemuan tentang rapat dewan pengupahan yang setahu kami itu baru pertama kali dilakukan di Kabupaten Cianjur dan SPN kemarin dalam pertemuan itu menyatakan sikap bahwa SPN menolak penerapan PP 36 untuk menentukan kenaikan UMK Kabupaten Cianjur kita masih konsisten dalam pergerakan," kata Hendra.

Ia mengatakan, sampai saat ini belum menerima surat rekomendasi kenaikan UMK maka ia merencanakan bersama SPN akan menggelar unjuk rasa pada 23 November sampai dengan 25 November di Pendopo dan DPRD Cianjur.

"Kami juga rencananya menggelar aksi di depan istana Cipanas," kata Hendra.

Tak berhenti sampai di situ, SPN bersama buruh lainnya di Jawa Barat juga akan menggelar aksi ke Gedung Sate dari tanggal 28 November sampai dengan 30 November mendatang.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved