Breaking News:

Gerhana Bulan yang Terjadi Siang Hingga Malam, Kapan Salat Gerhana? Ini Kata Ketua MUI Kuningan

Ketua MUI Kuningan KH Dodo Syarif Hidayatullah menyampaikan kepada masyarakat mengenai akan adanya gerhana bulan pada 19 November 2021.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar
Ilustrasi - Gerhana Bulan Total akan terjadi pada 26 Mei 2021 dan disebut sebagai Bulan Merah Super atau Super Blood Moon. 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Ketua MUI Kuningan KH Dodo Syarif Hidayatullah menyampaikan kepada masyarakat mengenai akan adanya gerhana bulan pada 19 November 2021.

KH Dodo mengatakan, benar pada tanggal tersebut akan terjadi fenomena alam gerhana bulan sebagian yang luar biasa.

Pasalnya fase berlangsungnya gerhana ini terhitung sangat lama, yakni mulai pukul 13.00 WIB hingga 19.05 WIB. Artinya akan berlangsung 6 jam 5 menit.

KH Dodo menjelaskan perincian kejadian alam tersebut.

"Fase permulaan penumbra terjadi pukul 13.00 WIB. Kemudiam, fase permulaan umbra terjadi pukul 14.18 WIB. Puncak umbra pukul 16.02 WIB. Hingga terjadi fase akhir umbra pukul 17.47 WIB," kata KH Dodo dalam keterangannya kepada Tribuncirebon.com, Kamis (18/11/2021).

Menurut Dodo, hingga akhir umbra atau samagaha bulan tidak akan teramati karena bulan masih berada di bawah ufuq (belum terbit).

Namun pada fase akhir penumbra itu terjadi pada pukul 19.05 WIB.

"Fase ke-5 dapat teramati di seluruh wilayah Indonesia. Dan ini berdasarkan informasi ini saya peroleh dari Grup WA MUI JABAR berdasarkan Badan Hisab dan Rukyat Kota Bandung," katanya.

Sebagaimana info di atas, gerhana bulan terjadi dari jam 14.18 sampai dengan pukul 17:47 wib,  dengan posisi di bawah ufuk sehingga tidak bisa teramati, di sisi lain waktu Magrib untuk wilayah kabupaten Kuningan jatuh pada pukul 17.53 WIB, berarti ketika masuk magrib gerhana bulan sudah habis. “Karenanya kita tidak disunahkan salat gerhana,” ujarnya.

"Namun demikian, info adanya gerhana diharapkan jadi bahan renungan kekuasaan Yang Maha Pencipta. Allah yang Maha Mampu menciptakan alam jagat raya dan Allah pun Maha Mampu mengatur posisi dan peredarannya sesuai dengan kehendak-Nya tanpa ada campur tangan manusia,” ucapnya.

“Suatu saat, Allah pun akan melenyapkan semuanya dengan mudahnya. Karena itu, manusia tidak boleh sombong dan angkuh dengan kehebatan yang dimilikinya, karena semuanya tiada artinya di hadapan Allah," katanya. (*)

Baca juga: Ini Cara Melihat Gerhana Bulan Sebagian 19 November Berikut Daftar Wilayah yang Dapat Menyaksikannya

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved