Breaking News:

Petani Cianjur Terpaksa Pilih Pupuk Non Subsidi, Harganya Tak Jauh Beda dengan Pupuk Subsidi

Petani di Cianjur saat ini memilih pupuk non subsidi karena harganya hampir sama dengan pupuk subsidi.

Tribun Jabar/ Ferri Amiril Mukminin
Kawasan lahan pertanian di Cianjur yang siap untuk ditanami 

"Kalau saya selama ini memang selalu menggunakan pupuk non subsidi, selain lahan kebunnya tidak seluas punya orang juga tidak sanggup untuk menebusnya ke kios pupuk tersebut," katanya.

Baca juga: Program Makmur Pupuk Kujang Siap Tingkatkan Produktivitas Tebu Hingga Untungkan Petani di Jabar

Senada dikatakan Badru, petani holtikultura di sekitar Desa Sukatani. Ia mengatakan, banyak jenis pupuk yang disubsidi oleh pemerintah bagi para petani. Mulai dari jenis phonska, urea (kujang), TSP36, Za, Kcl, dan pupuk organik.

"Semua kemasan pupuk subsidi rata-rata beratnya 50 kilogram, yang jadi pertanyaan, ketika jatah pupuk subsidi yang tidak diambil oleh petani apakah kembali ditarik apa dijual begitu saja oleh kios pupuk tersebut ke orang lain," katanya.

Badru mengatakan, sepengetahuan dirinya, bagi petani yang ingin atau akan membeli pupuk subsidi tersebut tentunya harus menunjukan kartu tani (subsidi).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur Parwinia mengatakan, jika semua kebutuhan pupuk subsidi dan non subsidi disesuaikan dengan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

"Mungkin saja, si petani ini tidak tepat atau beda wilayah pada saat belanja pupuknya, untuk lebih jelasnya bisa dihubungi langsung ke bagian penyuluh pertanian lapangan (PPL)," katanya.

Kaitan dengan harga pupuk sendiri lanjut Parwinia, karena Dinas Pertanian sifatnya hanya melakukan pendataan berapa kebutuhan pupuk.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved