Breaking News:

Kisah Tiga Raksa Raden Sumedang Pendiri Kota Tangerang, Aria Wangsakara Dinobatkan Pahlawan Nasional

Presiden Joko Widodo meresmikan penobatan gelar Pahlawan Nasional kepada empat orang, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2021. 

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar / Kiki Andriana
Pihak Keraton Sumedang Larang 

"Raden Wiraraja I ini menikah dengan putri banten, Nyimas Ciptra Putri Kidang Palakaran bin Pucuk Umun. Jadi, Raden Wangsakara itu keturunan antara Sumedang dan Banten," kata Luky. 

Dengan pernikahan ini, keberpihakan Aria Wangsakara kepada Banten agak sedikit menonjol. Meski ayahnya, Raden Wiraraja I ketika meninggal dimakamkan di Tomo, Sumedang. 

Karir Aria Wangsakara semakin moncer, terutama ketika maju melawan penjajahan oleh Perusahaan Dagang Hindia Timur (VOC). 

Dalam kiprahnya, Raden Aria Wangsakara tidak sendiri. Ada kedua sepupunya yang lain yang sama-sama cucu Prabu Geusan Ulun

Kedua sepupunya yang lain pun sama, adalah keturunan dari pernikahan menak Sumedang dan Banten

Yakni, Pangeran Suriadiwangsa II yang merupakan putra Raden Rangga Gempol atau Raden Suriadiwangsa I yang menikah dengan Ratu Widari binti Pangeran Upapatih keturunan Sultan Maulana Yusuf. 

Sepupunya yang lain adalah Raden Jayasantika, putra dari ayah Banten dan Ibu Sumedang, yakni Raden Jaka Lalana bin Raden Kidang Palakaran dan Nyimas Nurteja bin Prabu Geusan Ulun

Ketiga orang itu, yakni Raden Aria Wangsakara, Raden Suriadiwangsa II, dan Raden Jayasantika merupakan orang penting di Kesultanan Banten

"Ketiga serangkai ini di Banten, khususnya Tangerang terkenal dengan nama Tiga Raksa," kata Luky. 

Tanggal 13 Okktber sebagai hari pelantikan Tiga Raksa oleh Kesultanan Banten kemudian ditetapkan Hari Jadi Kota Tangerang. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved