Breaking News:

Kisah Tiga Raksa Raden Sumedang Pendiri Kota Tangerang, Aria Wangsakara Dinobatkan Pahlawan Nasional

Presiden Joko Widodo meresmikan penobatan gelar Pahlawan Nasional kepada empat orang, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2021. 

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar / Kiki Andriana
Pihak Keraton Sumedang Larang 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Presiden Joko Widodo meresmikan penobatan gelar Pahlawan Nasional kepada empat orang, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2021. 

Satu di antara keempatnya adalah Raden Aria Wangsakara, raden keturunan Kerajaan Sumedang Larang

Bagaimana kisah hidupnya, TribunJabar.id melakukan wawancara kepada Nonoman Karaton Sumedang Larang (KSL) Raden Luky Djohari. 

Luky mengatakan, bahwa Raden Aria Wangsakara yang menjadi pahlawan nasional itu adalah cucu Prabu Geusan Ulun (1558-1610). 

Prabu Geusan Ulun atau Raden Angkawijaya memiliki putra bernama Raden Wiraraja I, dan Wiraraja I memiliki putra Raden Wangsakara atau Raden Wiraraja II atau Raden Wangrasaja.

"Raden Wangsakara itu dinamai juga Aria Tengger I karena merupakan pendiri Kota Tangerang, asli dari Sumedang Larang," kata Luky saat ditemui TribunJabar di Karaton Sumedang Larang, Selasa (16/11/2021)  malam. 

Luky berkisah, permulaan keturunan Sumedang Larang berada di daerah barat Sumedang dengan kondisi geografis dan administratif yang berbeda dengan sekarang ini, adalah perintah dari Prabu Geusan Ulun

Ketika itu, wilayah Tangerang kini, adalah wilayah paling barat yang masuk kekuasaan Sumedang Larang. 

Prabu Geusan Ulun memerintahkan putranya Raden Aria Wiraraja I untuk berada di perbatasan itu. Menjaga di sekitar sungai Cisadane. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved