UPDATE Oknum Polisi Lakukan Tindak Asusila dan Peras Istri Tahanan, Siap-siap Dipecat Tidak Hormat
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan saat ini yang bersangkutan telah ditahan usai menjalani sidang disiplin di Polrestabes Medan.
TRIBUNJABAR.ID, MEDAN - Seorang oknum polisi di Polsek Kutalimbaru, Deli Serdang, Sumatera Utara siap-siap dipecat karena melakukan tindak asusila pada istri seorang tahanan.
Tak cuma menggauli istri tahanan, oknum polisi ini juga diduga memeras dengan mengambil motor korban bersama lima temannya sesama oknum polisi
Oknum polisi itu diketahui bernama Bripka Rahmat Hidayat Lubis.

Bripka Rahmat Hidayat Lubis segera menggelar sidang kode etiknya lantaran ia diduga kuat mencabuli istri tahanan, wanita asal Aceh inisial MU (19).
Bripka Rahmat dan dan kelima temannya oknum Polsek Kutalimbaru sudah menjalani sidang disiplin di Polrestabes Medan pada 11 November 2021.
Hasilnya mereka menerima sanksi yang bersifat demosi serta penundaan sekolah dan gaji.
Berdasarkan informasi, sidang kode etik akan digelar pada Rabu, 17 November.
Nantinya sidang akan dilakukan di Propam Polda Sumut.
"Kemudian untuk sidang kode etiknya itu dilaksanakan di di Propam Polda Sumut terkait tindak pidana asusila yang yang dilakukan oleh bersangkutan," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Selasa (16/11/2021).
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan saat ini yang bersangkutan telah ditahan usai menjalani sidang disiplin di Polrestabes Medan.
Sementara itu, sanksi yang akan diterima oleh Bripka Rahmat Hidayat Lubis ialah pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).
"Sanksinya PTDH. Secepatnya akan kita sidang," kata Hadi.
Sebelumnya, seorang istri tahanan narkoba di Polsek Kutalimbaru diduga dicabuli oleh penyidik Polsek Kutalimbaru, Bripka Rahmat Hidayat Lubis.
Wanita asal Aceh inisial MU (19), dibawa ke sebuah hotel di Jalan Medan-Binjai.
Di dalam kamar hotel, Bripka Rahmat Hidayat Lubis juga disebut sambil nyabu.
Tak hanya melecehkan istri tahanan, Bripka Rahmat Hidayat Lubis juga meminta uang sebesar Rp 30 juta untuk pembebasan sang suami.
Namun permintaan itu tak dituruti.
Terungkap fakta baru kasus rudapaksa yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap istri tersangka narkoba di Sumatera Utara.
Ternyata, oknum polisi tersebut, Bripka Rahman, menghasut MU (19), istri tahanan narkoba Polsek Kutalimbaru, SM, agar meninggalkan suaminya.
Tak hanya itu, MU pun diminta agar menggugurkan kandungannya.
Bahkan, peengakuan terbaru dari MU, ia menyebut sempat diminta uang sebesar Rp 150 juta oleh beberapa oknum polisi dari Polsek Kutalimbaru.
Dilansir dari TribunMedan.com, fakta itu terungkap setelah enam anggota Polsek Kutalimbaru menjalani sidang kode etik di Mapolrestabes Medan, Kamis (11/11/2021).
Mereka disidang lantaran terlibat dalam kasus pelecehan dan pemerasan terhadap MU, istri tahanan kasus narkoba yang digerebek pada 4 Mei 2021 lalu.
Adapun enam anggota polisi yang menjalani sidang yakni Aiptu Desvi Ramanda, Aipda Suheri Darwin Berutu, dan Aipda Heri Kurnia Ryadi.
Kemudian Aiptu Hawa Gurusinga, Aipda Sahri Pohan, dan Bripka Rahmat Hidayat Lubis.
MU yang menjadi korban juga hadir dalam sidang tersebut dengan mengenakan sarung dan hijab berwarna abu-abu.
Ia tampak berjalan tertatih karena baru 10 hari lalu melahirkan.
MU didampingi keluarga dan kuasa hukumnya.
Diminta gugurkan kandungan
Mengutip Tribun Medan, dalam pengakuannya, ia menyebut, Bripka Rahmat memintanya untuk meninggalkan suaminya, SM.
Peristiwa itu terjadi di dalam kamar hotel saat Rahmat melecehkan dirinya pada 23 Mei 2021 lalu.
Rahmat, lanjut dia, juga meminta agar MU yang sedang hamil empat bulan menggugurkan kandungannya.
Rahmat mengatakan, siap menanggung kebutuhan hidup MU jika menikah dengannya.
"Saya lagi hamil empat bulan dan si Lubis itu menyuruh saya menggugurkan kandungan saya."
"'Gugurkan saja nanti nikah sama aku, ngapain sama laki kaya gitu. Kalau nikah sama aku kubuat senanglah kau," kata MU menirukan ucapan Rahmat saat itu.
Minta Rp 30 juta sebagai uang tebusan untuk membebaskan SM
Tak hanya disuruh menggugurkan kandungan, MU juga diminta uang sebesar Rp 30 juta sebagai uang tebusan suaminya.
Dikatakan Rahmat saat itu, uang tersebut bisa membebaskan SM, suami MU.
Ia berencana untuk mengubah berita acara pemeriksaan (BAP), yang kemungkinan akan dipisahkan berkas antara SM dan AS.
"Setelah itu meminta merombak berkas kasus suami. Meminta uang Rp 30 juta di dalam kamar itu," papar MU.
Namun, MU menolak tawaran tersebut. Apalagi, ia tak mempunyai uang sebanyak itu.
Diminta Rp 150 juta oleh 6 oknum polisi
MU juga mengaku sempat diminta uang sebesar Rp 150 juta oleh para polisi dari Polsek Kutalimbaru.
Permintaan itu dilakukan oleh keenam polisi yang saat itu melakukan penggerebekan di kos-kosan di Jalan Kaptem Muslim Gang Buntu, Kecamatan Medan Helvetia pada awal Mei lalu.
"Diminta 150 juta, itu diminta hari itu juga. Itu polisi yang enam yang minta uang," ucapnya, dilansir Tribun Medan.
Saat itu juga ia langsung menjawab bahwa dirinya tak mempunyai uang sebanyak itu.
"Kami gak sanggup kalau segitu," ujarnya.
Diceritakannya, pemerasan itu dilakukan selesai polisi menggerebek kosan mereka.
Kala itu, ia dibawa ke sebuah tempat untuk membicarakan uang sebagai syarat pembebasan suami dan rekannya.
Ia juga sempat dibawa polisi, namun dilepaskan karena polisi sudah membawa sepeda motor.
"Enggak, saya dibawa pulang ke kos lagi. Memang sempat dibawa."
"Yang dibawa itu suami sama AS terus sepeda motor entah kemana dibawa mereka," ungkapnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Bripka Rahmat Minta Istri Tahanan Polsek Kutalimbaru Gugurkan Kandungan dan Nikah Dengannya
Berita ini telah tayang di Tribun Medan berjudul:
TERANCAM Dipecat karena Diduga Cabuli Istri Tahanan, Bripka Rahmat Segera Jalani Sidang Kode Etik