Breaking News:

Cerita Panggih, Menulis di Tengah Kesibukan, Berkisah Pengalaman Cinta yang Pahit

Ipang menulis buku cerita yang bertemakan kegalauan. Mengenai mimpi yang dipaksa usai.

Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Cikwan Suwandi
Panggih Septa Perwira penulis buku Menemui Kehilangan. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Namanya Panggih Septa Perwira.

Pria kelahiran Pekalongan, 9 September 1991 tersebut merupakan seorang karyawan swasta biasa.

Ia bekerja dari pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Hampir setiap hari ia melakukan hal itu.

Setelah bertahun-tahun bekerja, keinginannya untuk meneruskan hobinya semasa kecil mulai muncul kembali.

Di mana sejak sekolah dasar, Ipang, sapaan Panggih, hobi menulis.

Tepatnya di tahun 2018, ia berniat harus memiliki sebuah karya.

Dalam ide tulisannya, Ipang memilih untuk menulis tulisan yang bercerita tentang kegalauan.

"Kenapa temanya soal galau, karena saya merasa setiap orang pernah merasakan jatuh cinta. Entah di dalamnya ada suka dan ada juga tentang kegalauan," kata Ipang kepada Tribun Jabar, Senin (15/11/2021).

Lima puluh persen ini buku yang diberi judul Menemui Kehilangan tersebut berdasarkan pengalaman Ipang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved