Warga Bandung Perlu Tahu, Merokok di Kawasan KTR Didenda Rp 500 Ribu, Ada 4 Titik

Jangan coba - coba merokok di kawasan tanpa rokok (KTR) karena akan kena sanksi denda sebesar Rp 500 ribu.

Penulis: Tiah SM | Editor: Siti Fatimah
Warga Bandung Perlu Tahu, Merokok di Kawasan KTR Didenda Rp 500 Ribu, Ada 4 Titik
TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA
ILUSTRASI larangan merokok di Mal dan Pusat Perbelanjaan

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jangan coba - coba merokok di kawasan tanpa rokok (KTR) karena akan kena sanksi denda sebesar Rp 500 ribu. Kawasan KTR diresmikan Wali Kota Bandung Oded M Danial di Jalan Braga bersamaan dengan Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN)  ke 57, Senin (15/11).

Oded berharap, warga Kota Bandung atau wisatawan agar mematuhi aturan yang yang ada. "Pelanggar , merokok di kawasan KTR, pasti kena sanksi," ujar Oded.

Menurut Ode adanya Perda tentang KTR dan direalisasikannya KTR di sejumlah titik di Kota Bandung, bisa mengedukasi dan mengingatkan warga Kota Bandung tentang bahaya dari rokok.

Baca juga: Tempat Favorit di Kota Bandung Ini Masuk Kawasan Tanpa Rokok, Denda Rp 500 Ribu Jika Melanggar

Oded akan memperbanyak KTR di Kota Bandung.

Namun yang terpenting adalah dengan hadirnya Perda tentang KTR mengingatkan warga bahwa merokok itu berbahaya bagi diri sendiri dan jika merokok di sembarang tempat bisa berdampak kepada orang lain.

"Mang Oded juga dulu perokok berat, sehari bisa sampai 2 bungkus setengah. Setelah menyadari itu (bahaya merokok), saya berhenti. Penjualan rokok di KTR juga akan dibatasi, dan bagi yang melanggar ada sanksi sampai denda Rp500 ribu," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanagara, mengatakan adanya fakta bahwa kebiasaan merokok sangat berpotensi meningkatkan penyebaran virus covit 19 juga menjadi salah satu alasan yang mendasari dilaksanakannya kegiatan peresmian 4 titik KTR di kota Bandung.

Baca juga: Kabar Baik, Pemkab Bandung Kembali Hapuskan Denda Pajak, Begini Syaratnya

Peresmian rambu ktr hari ini merupakan acara puncak dari rangkaian kegiatan peringatan hari kesehatan Nasional yang diinisiasi pemerintah kota Bandung terutama Dinkes kota Bandung.

Dengan adanya Perda KTR di kota Bandung merupakan perwujudan komitmen pemerintah kota Bandung yang turut ambil bagian dalam program global partnership for healthy Cites-jaringan yang terdiri dari 17 kota di dunia .

Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung Rizal Khairul, berdasarkan penelitian  pria Indonesia mulai merokok di usia muda.

Riset kesehatan dasar kementerian kesehatan Tahun 2018 memperlihatkan kenaikan  perokok remaja di Indonesia, berusia antara 10 dan 18 tahun. 

Pada 2013 7,2 %, tahun 2018 meningkat 9,1 %. berdasarkan survei Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia juga menemukan fakta 52 %.

Baca juga: Masa Penghapusan Denda Pajak di Kabupaten Bandung Diperpanjang Hingga Desember 2021

Remaja usia 13-15 tahun terpapar karena tinggal seatap dengan ayah perokok.

"DPRD membuat perda KTR untuk menekan angka perokok pemula di Bandung," ujar Rizal yang di hadir di acara HKN.

Rizal mengatakan, Perda Kota Bandung No 4 Tahun 2021 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di sahkan pada Mei 2021.tujuan untuk mencegah anak kecil tidak  mencoba merokok

"Saya sarankan, orang tua tidak membeli rokok dengan membawa anak kecil," ujarnya.

Dalam perda, ditentukan kawasan yang tidak boleh dijadikan tempat merokok diantaranya, sekolah, perkantoran taman terbuka dan di fasilitas umum. 

Dengan diberlakukannya KTR dilarang dipasang iklan rokok dan berjualan rokok.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved