Breaking News:

Tanggung Jawab Industri Fesyen pada Lingkungan, Sagarayasa Hadirkan Green Produk

Empat pengusaha fesyen asal Bandung melahirkan Sagarayasa, kampanyekan konsep fesyen berkelanjutan atau sustainable fashion

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
dok Sagarayasa
Asep Rohman Creative Director, Aci Astri Founder, Ratih Miranti CEO dan Masrur COO dari Sagarayasa. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Berangkat dari keresahan yang sama terhadap banyaknya limbah industri pakaian dan tekstil, empat pengusaha fesyen asal Bandung melahirkan Sagarayasa, kampanyekan konsep fesyen berkelanjutan atau sustainable fashion serta green ekonomi. 

Data dari unfashionalliance.org menyebutkan bahwa secara global, industri mode menyumbang 20 persen dari limbah air dunia, hal ini berdampak pada ketersediaan air bersih. 

Tak hanya itu, industri mode juga menyumbang 10 persen dari total emisi karbon dunia yang berdampak pada perubahan iklim. 

Data dari Unenvironment.org juga mencatat. Di dunia, fashion berkontribusi 92 juta ton sampah solid di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). 

Karyawan Sagarayasa saat menenun kain produk Sagarayasa
Karyawan Sagarayasa saat menenun kain produk Sagarayasa ()

Asep Rohman, Creative Director yang turut membidani lahirnya Sagarayasa menyadari betul, limbah pakaian dan tekstil menjadi pencemar terbesar kedua di dunia, setelah minyak. 

Sebagai pengusaha di bidang fesyen, Asep yang juga pemilik jenama Boolao, memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan. 

"Setiap produk yang kita bikin pasti ada limbah, kayak sisa jahitan. Saya berpikir  mau dijadikan apa," ujar Asep, kepada Tribun, Minggu (14/11/2021). 

Keresahan yang ada pada Asep ternyata dirasakan oleh Aci Astri pemilik jenama Seeolla, Ratih Miranti pemilik Sesasesa dan Masrur pemilik Arae.

Bersama Asep, ketiganya yang masih bergelut dibidang fesyen akhirnya memutuskan untuk mendirikan Sagarayasa. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Herawanto saat jumpa pers virtual, Senin (8/11/2021).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Herawanto saat jumpa pers virtual, Senin (8/11/2021). ()

"Kita suka ngobrol tentang pemanfaatan limbahnya bagaimana, kita tahu dari berbagai perspektif sustainable itu apa dan ternyata kita berempat satu pemikiran, ingin bikin fesyen sustainable," katanya. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved