Mahkamah Agung Potong Separuh Masa Hukuman Habib Rizieq, Ini Pertimbangan Majelis Hakim

Habib Rizieq yang merupakan eks pemimpin Front Pembela Islam (FPI) dihukum 4 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Tribunnews.com/ Igman Ibrahim
Habib Rizieq Shihab bersama Lima Mantan Petinggi FPI usai menjalani sidang vonis perkara kerumunan Petamburan di ruang sidang utama PN Jakarta Timur, Kamis (27/5/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Mahkamah Agung mengurangi hukuman Muhammad Rizieq Shihab alias Habib Rizieq menjadi 2 tahun penjara, Senin (15/11/2021).

Vonis majelis hakim tingkat kasasi soal perkara hasil swab tes di RS UMMI, Bogor.

Sebelumnya, Habib Rizieq yang merupakan eks pemimpin Front Pembela Islam (FPI) dihukum 4 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Pengurangan masa hukuman Habib Rizieq karena majelis hakim tingkat kasasi mempertimbangkan efek berita bohong yang dibuat terdakwa.

Menurut majelis hakim, keonaran yang timbul akibat berita bohong yang dilakukan Rizieq Shihab hanya mencakup lingkup sosial media.

Majelis hakim itu terdiri dari Suhadi sebagai hakim ketua, Soesilo dan Suharto sebagai hakim anggota, dan Agustina Dyah sebagai panitera pengganti.

Baca juga: Habib Rizieq Minta Ulama Boikot Irjen Pol Fadil Imran dan Letjen Dudung Abdurrachman, Ada Apa?

Vonis mereka tertuang dalam putusan Mahkamah Agung Nomor 4471 K/Pid.Sus/2021.

"Memperbaiki Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 210/Pid.Sus/2021/PT DKI tanggal 30 Agustus 2021 yang mengubah Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur Nomor 225/Pid.Sus/2021/PN Jkt. Tmr tanggal 24 Juni 2021 mengenai pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa menjadi pidana penjara selama 2 (dua) tahun," bunyi amar putusan kasasi yang diterima Tribunnews.com, Senin (15/11/2021).

"Keonaran dari perbuatan terdakwa hanya terjadi di tataran media massa, tidak terjadi adanya korban jiwa/fisik atau harta benda," lanjutnya.

Tak hanya itu, pertimbangan lain majelis hakim kasasi karena Rizieq Shihab dijatuhi pidana dalam kasus lain yang merupakan rangkaian peristiwa menyangkut Covid-19. 

Karena itu, majelis hakim tingkat Kasasi menilai pidana yang diterapkan kepada terdakwa selama 4 tahun terlalu berat.

"Penjatuhan pidana oleh Judex Facti kepada terdakwa selama 4 tahun dipandang terlalu berat sehingga pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa patut atau beralasan untuk diperbaiki dengan menjatuhkan pidana yang lebih ringan," bunyi amar putusan itu.

Baca juga: Kabar Terbaru Kabagops Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Guntur yang Dianiaya Simpatisan Rizieq Shihab

Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta

Sebelumnya, pada akhir Agustus lalu, Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta memperkuat vonis empat tahun penjara yang dijatuhkan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur kepada mantan imam besar FPI itu.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved