Breaking News:

Keluhkan Formasi CPNS, Ratusan Tenaga Teknis Pendidikan Unjuk Rasa di Gedung DPRD Sumedang

Mereka menuntut agar DPRD Sumedang menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang supaya membuka formasi untuk para tenaga teknis

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Ratusan orang yang berprofesi sebagai tenaga teknis pendidikan, termasuk di dalamnya perawat dan penjaga sekolah berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Sumedang, Senin (15/11/2021). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Ratusan orang yang berprofesi sebagai tenaga teknis pendidikan, termasuk di dalamnya perawat dan penjaga sekolah berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Sumedang, Senin (15/11/2021).

Pantauan TribunJabar.id di lokasi, pendemo terlihat berorasi dan membentangkan belasan spanduk berukuran 1x2 meter yang bertuliskan "Kami Meminta Formasi Tenaga Teknis Khusus di Lingkungan Disdik Sumedang" dan "Kami menutut kenaikan insentif Bagi Tenaga Teknis Sesuai UMR".

Aksi ratusan tenaga honorer ini mendapat pengawalan ketat aparat gabungan dari TNI dan Polri.

Baca juga: Dulu Ikut Demo, Begini Kata Ketua Bomber Setelah Persib Bandung Lewati Lima Laga dengan Kemenangan

Mereka menuntut agar DPRD Sumedang menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang supaya membuka formasi untuk para tenaga teknis itu pada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Sebab sejauh ini, tidak pernah ada kembali formasi CPNS untuk tenaga teknis seperti mereka.

Para pengunjuk rasa juga mengeluhkan betapa rendah upah mereka dari bekerja sebagai pesuruh di sekolah.

Upah paling tinggi untuk para honorer yang sudah lama bekerja maksimal Rp500 ribu per bulan dengan sistem pembayaran tiga bulan sekali.

"Ini tuntutan kami, mohon disampaikan bahwa kami meminta diadakan formasi CPNS untuk tenaga teknis. Jikapun tidak ada formasi, perbaikilah upah kami," kata Supriatna, Sekretaris Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Kabupaten Sumedang di lokasi unjuk rasa.

Upah Rp500 ribu bagi para pengunjuk rasa sangatlah minim. Apalagi di saat andemi Covid-19 ini yang suatu saat pengeluaran bisa semakin besar karena sakit mendera, dan mencari pekerjaan sampingan lain sangat susah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved