Breaking News:

Pemprov Jabar Deteksi Daerah Rawan Banjir Sepanjang Daerah Aliran Sungai, Sumur Resapan Jadi Solusi

Sejumlah daerah terdeteksi sebagai daerah rawan banjir di Jawa Barat. Sumur resapan diharapkan bisa jadi solusi.

Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
Ilustrasi banjir karena luapan Sungai Cimanuk di Indramayu. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat (Jabar) Dikky Achmad Sidik mengatakan dalam upaya pengendalian banjir, dinasnya sudah mengidentifikasi titik atau daerah rawan banjir khususnya di wilayah yang terlintasi oleh Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung-Cisadane, DAS Citarum, dan DAS Cimanuk.

"Di tiap wilayah sungai kita ada titik rawan banjir seperti di BBWS Ciliwung-Cisadane ada di sekitar Bekasi dan Bogor yang menjadi penopang ibu kota," ujar Dikky melalui siaran digital, Minggu (14/11/2021).

Lalu di wilayah BBWS Citarum, titik rawan banjir jauh lebih banyak lagi karena melewati 13 kabupaten/kota.

Untuk DAS Citarum Hulu tiitik rawannya ada di seluruh Bandung Raya di mana daerah acuannya adalah Dayeuhkolot.

Sementara titik rawan banjir akibat luapan air DAS Citarum hilir ada di wilayah Bekasi, Karawang (pertemuan sungai Cibeet dan Citarum), Subang hingga mengarah ke Indramayu.

"Untuk BBWS Cimanuk titik rawannya di Cirebon, Majalengka, Indramayu dan Cimanuk hulunya yaitu di Garut," kata Dikky.

Ia pun meminta masyarakat untuk terlibat aktif dalam gerakan sumur resapan sebagai upaya pencegahan banjir.

Gerakan rekayasa konservasi air menggunakan alat sederhana untuk menampung air hujan ke dalam tanah ini rencananya akan dimulai dalam waktu dekat.

"Sumur resapan adalah salah satu gerakan yang akan kita launching di Jabar bulan ini sebagai salah satu gerakan untuk memasyarakatkan konservasi air ke dalam tanah," kata Dikky.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved