Breaking News:

Lebih dari Seratus Rumah di Dayeuhkolot Rusak Akibat Banjir, Puluhan Rumah Masih Dihuni

Lebih dari seratus rumah di Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung rusak akibat seringnya diterjang banjir.

TRIBUNJABAR.ID/LUTFI AHMAD MAULUDIN
Rumah-rumah yang rusak di Kampung Bojongasih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Minggu (14/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Lebih dari seratus rumah di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung rusak akibat seringnya diterjang banjir.

Rumah tersebut ada yang ditinggalkan pemiliknya ada juga yang masih dihuni.

Menurut ketua komunitas Munding Dongkol yang bergerak di bidang lingkungan dan sosial wilayah Dayeuhkolot, Acim, rumah yang rusak akibat banjir di Dayeuhkolot sudah banyak.

Baca juga: Guru SMAN 1 Lembang Masih Dihantui Banjir Bandang, Begini Langkah Antisipasinya

"Ada yang sudah ditinggalkan pemiliknya, ada yang masih dihuni. Yang masih dihuni, ada yang diperbaiki ada juga yang tak diperbaiki karena pemiliknya berkekurangan dalam masalah ekonomi," ujar Acim, saat ditemui di Kampung Bojongasih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Minggu (14/11/2021).

Acim mengatakan, rumah yang rusak akibat banjir, belum diperbaiki dan masih dihuni jumlahnya puluhan.

"Yang masih dihuni puluhan, kalau total sama yang ditinggalkan pemiliknya ada seratus rumah lebih," kata Acim.

Acim memaparkan, banyak warga yang rumah sudah rusak memilih bertahan karena memang tak punya pilihan.

"Untuk membangun atau merenovasi tak memiliki anggarannya, sehingga mereka bertaha. Jika terjadi banjir mereka mengungsi ke saudaranya atau ke balai desa," kata Acim.

Harapannya, kata Acim, rumah warga yang rusak dan masih dihuni supaya bisa masuk program rutilahu.

Baca juga: Pemprov Jabar Deteksi Daerah Rawan Banjir Sepanjang Daerah Aliran Sungai, Sumur Resapan Jadi Solusi

"Sebab kasihan, menghuni rumah tak layak, dan ketika banjir berbahaya, khawatir ambruk," tuturnya.

Hingga kini kata Acim, untuk rutilahu di rumah yang rusak tersebut, ada yang sudah didata tapi belum terealisasi.

"Ada beberapa yang sudah terealisasi direnovasi rumahnya, tapi lebih banyak yang belum terealisasi atau terbantu, dan mereka bertahan menghuni rumah yang tak layak," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved