Repot Hadapi Serangan Burung Pipit Hingga Panen Menyusut, Petani di Tasik Pasang Jaring Pelindung
Serangan hama burung pipit yang akhir-akhir ini melanda persawahan di Kota Tasikmalaya ternyata mudah ditanggulangi. Sawah tidak perlu dijaga setiap
Penulis: Firman Suryaman | Editor: Darajat Arianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman
TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Serangan hama burung pipit yang akhir-akhir ini melanda persawahan di Kota Tasikmalaya ternyata mudah ditanggulangi.
Sawah tidak perlu dijaga setiap saat.
Cukup area bagian atas padi ditutupi jaring yang dikhususkan untuk melindungi padi dari serangan burung pemakan biji-bijian itu.
Seperti yang dilakukan para petani di Kampung Karoeng, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang.
Dengan menggunakan jaring, serangan hama burung bisa dikurangi walau tak sepenuhnya teratasi.
"Menggunakan jaring ini bisa menormalkan produksi hingga 30 persen," kata Amas (32), salah seorang petani di Karoeng, Jumat (12/11).
Ia menyebutkan, produksi gabah hilang hingga 50 persen akibat serangan hama burung pipit.
Dari luas sawah 100 bata hanya menghasilkan 600 kuintal gabah. Padahal dalam kondisi mormal bisa mencapai 1,1 ton.
"Nah dengan memasang jaring, paling yang hilang hanya 20 persen.
Sementara jika ingin mendapatkan jaring. Mudah saja tinggal cari di penjualan secara online.
"Di situ cukup banyak variasi jaring pelindung padi berbagai bentuk dan ukuran. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/jaring-pelindung-padi_.jpg)