Breaking News:

Tiga Pengedar Sabu di Sumedang Berhasil Diringkus, Dikendalikan Narapidana di Lapas Banceuy Bandung

Tiga pelaku mengaku hendak memenuhi pesanan dari seorang narapidana yang mendekam di Lapas Banceuy Bandung.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Kepolisian Resor Sumedang memamerkan barang bukti dan tiga orang pengedar sabu yang berhasil dibekuk 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Tiga orang pengedar narkoba jenis sabu di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat diringkus Satuan Narkoba Polres Sumedang.

Dari ketiganya, polisi berhasil menyita 25,19 gram sabu-sabu.

Mereka adalah AOS (25) warga Dusun Mekarsari, Desa Gunung Manik Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, RP (37) warga Dusun Cijanggel, Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang, dan JM (25) warga Dusu Cikupa, Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.

Baca juga: Dua Pengedar Narkoba di Pangadaran Diciduk Petugas, Wisatawan yang Datang Jadi Sasaran

"Ketiga pelaku berhasil ditangkap di lokasi yang berbeda, yakni di kawasan Tanjungsari dan Pamulihan pada Minggu (7/11/2021) dan Selasa (9/11/2021)," kata Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto kepada TribunJabar saat konferensi pers di Mapolres Sumedang, Kamis (11/11/2021).

Selain itu, Eko menyebut berdasarkan hasil pemeriksaan kepada tiga pelaku, mereka mengaku dikendalikan oleh seorang narapidana yang mendekam di Lapas Banceuy Bandung. 

Menurut Kapolres, untuk menjalankan bisnis haramnya, mereka memasarkannya melalui media sosial.

"Modus penjualannya melalui medsos, dan ketiganya mengaku mendapatkan pesanan dari seorang narapidana di sana ( Lapas Banceuy). Dari ketiga pelaku kami berhasil mengamankan sabu sebanyak 23 paket dengan berat 25,19 gram," ucap Eko.

Eko menyebutkan, pihaknya masih mengembangkan kasus in dan telah berkoordinasi dengan pihak lapas terkait.

"Kami masih kembangkan kasus ini. Dua orang sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus ini," kata Eko.

Baca juga: Hari Ini Dijadwalkan Dieksekusi, Terpidana Kasus Narkoba Tak Jadi Dihukum Mati Karena IQ-nya Jongkok

Kapolres mengatakan, pengungkapan peredaran narkoba tersebut berawal dari laporan keresahan masyarakat.

"Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan dari masyarakat terkait adanya peredaran narkoba di wilayahnya," kata Eko

"Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1). Undang-undang RI No. 35 tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun," tutur Eko, menambahkan.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved