Breaking News:

Pandemi Covid-19, Gizi Buruk Meningkat di Cianjur, Tiga di Antaranya Meninggal Dunia

Selama pandemi Covid-19, temuan kasus gizi buruk di Kabupaten Cianjur meningkat. Ini berdasarkan data dari tahun 2020 hingga September 2021.

Ilustrasi Bayi Gizi Buruk Dan Penanganan Berkelanjutan 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Selama pandemi Covid-19, temuan kasus gizi buruk di Kabupaten Cianjur meningkat. Hal tersebut berdasarkan data dari tahun 2020 hingga September 2021.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Rina Yudiantini, mengatakan, ada 153 kasus gizi buruk selama periode tersebut.

"Per tahun 2020 kemarin, angka kasus gizi buruk di Cianjur kurang lebih mencapai 153 kasus. Jika tahun 2021 ini masih berjalan, namun hingga bulan September kurang lebih mencapai 86 kasus," kata Rina, saat di Kantor Dinas Kesehatan Cianjur Jalan Prof Moh Yamin siang ini, Kamis (11/11/2021).

Baca juga: Banyak Ibu di Indramayu jadi TKW di Luar Negeri, Anak Pun Salah Pola Asuh, Ada yang Alami Gizi Buruk

Rina mengatakan, data yang masuk ke Dinas Kesehatan berdasarkan atas laporan masuk dari masing-masing Puskesmas.

"Tentunya kami dari Dinkes langsung turun menangani dan memberikan perawatan secara intensif terhadap pasien gizi buruk tersebut," katanya.

Dia mengatakan, faktor penyebab gizi buruk selain dari pola hidup sehat. Juga ada faktor lainnya, sepeti penyakit bawaan, atau genetik.

"Jadi, tak harus dari pola makan, namun dari penyakit penyertaan juga ada. Selain itu faktor genetik juga menunjang terjadinya kasus gizi buruk," katanya.

Rina mengatakan, dari berat badan pun bisa dilihat secara kasat mata atau tidak normal pada umumnya.

"Kalau memang tidak mendapatkan asupan gizi yang seimbang, sudah pasti masa perkembangan pada tubuh pun akan terhambat," katanya.

Menurutnya, saat dihantam pandemi covid-19 sehingga angka kasus gizi buruk di Cianjur ini bisa dikatakan meningkat.

Sebenarnya untuk tahun 2021 ini bisa dikatakan angka kasus gizi buruk ini meningkat, mungkin karena efek domino sehingga banyak yang penghasilannya berkurang atau bahkan tidak punya sama sekali. Sehingga tidak bisa mencukupi untuk kebutuhan asupan gizi," ujarnya.

Baca juga: Masih Banyak Balita Alami Gizi Buruk di Jawa Barat, Di Daerah Ini Penderitanya Capai Ribuan

Rina mengatakan, yang paling terparah kasus gizi buruk baru-baru ini adanya penyakit penyerta yang menyebabkan si balita ini menderita gizi buruk.

"Selama tahun 2021 ini, angka kasus kematian gizi buruk kurang lebih ada tiga. Namun, hingga saat ini kami dari Dinkes masih menunggu laporan masuk dari pihak Rumah sakit," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved