Breaking News:

Banjir Bandang di Kabupaten Bandung

Banjir Bandang di Kabupaten Bandung, 100 KK Terdampak, 3 Rumah Rusak Berat dan 2 Rumah Rusak Ringan

Ada 100 keluarga yang terdampak banjir bandang di Desa Panyadap, Solokanjeruk, Kabupaten Bandung.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Lutfi AM
Warga membersihkan rumah yang terdampak banjir bandang di Desa Panyadap, Kabupaten Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR ID, BANDUNG - Tanggul Sungai Cisunggalah jebol menyebabkan banjir bandang di Desa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Rabu (11/11/2021).

Akibatnya tiga rumah rusak berat dan dua rumah rusak ringan.

Kini warga dan petugas gotong royong membersihkan, rumah dan fasilitas umum, dari lumpur sisa banjir.

Menurut Sekretaris Desa Panyadap, Dany Isnendar, yang terdampak banjir tersebut dua RT di RW 1 Desa Payadap, yakni RT 1 dan RT 2.

"Akibat tanggul jebol ada 3 rumah rusak berat dan 2 rumah rusak ringan," ujar Dany, di lokasi terjadinya banjir.

Dany mengatakan, selain itu ada kerugian materi lain karena warga tak sempat mengamankan barang-barangnya.

"Isi rumah seperti lemari, kursi, kasur, perhiasan, ada juga uang yang terbawa arus air. Yang terdampak dari dua RT kurang lebih ada 100 kepala keluarga," kata Dany.

Dany mengatakan, untuk langkah awal, pihaknya sementara membereskan dulu puing-puing reruntuhan akibat banjir.

"Untuk antisipasi, kemungkinan datang lagi kiriman air, untuk sementara memperbaiki dulu tanggul," tuturnya.

Warga mencari barang yang terbawa banjir akibat tanggul Sungai Cisunggalah jebol di Kampung Pengkolan, RT 1, RW 17 Desa Panyadap, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Rabu (10/11/2021).
Warga mencari barang yang terbawa banjir akibat tanggul Sungai Cisunggalah jebol di Kampung Pengkolan, RT 1, RW 17 Desa Panyadap, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Rabu (10/11/2021). (Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin)

Untuk sementara tanggul jebol tersebut ditutupi dengan karung-karung yang ditumpuk berisikan pasir.

"Yang jebol itu, tanggulnya kurang kuat, sedangkan debit airnya cukup tinggi, dan sungainya yang semakin dangkal," ujar dia.

Menurut Dany, tanggul yang jebol itu hanya sambungan di TPT lama karena air terus-terusan meninggi setiap tahunnya.

"Itu swadaya masyarakat dibangun, tapi tak optimal," ucapnya.

Baca juga: Warga Dengar Suara Seperti Petir Sebelum Banjir Bandang Terjang Desa Panyadap Kabupaten Bandung

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved